MINUT- Liputan Warta Jatim, Harapan panjang warga Desa Tiwoho untuk menikmati akses air bersih akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Joune Ganda bersama Penjabat (Pnj) Hukum Tua Felix H. Mantiri, SE, menunjukkan sinergi nyata melalui rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp750 juta. Jumat, 01/05/2026.
Program ini difokuskan pada pemulihan mata air “Pancurang” yang berada di kaki Gunung Tumpa, yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang beberapa tahun lalu. Nantinya, sistem yang dibangun tidak lagi bersifat manual, melainkan menggunakan infrastruktur modern guna menjamin distribusi air bersih yang lebih merata bagi masyarakat.
Langkah cepat ini tidak lepas dari peran aktif Pnj Hukum Tua Felix Mantiri yang sejak dilantik pada 29 Januari 2026 langsung turun ke lapangan menyerap aspirasi warga. Didampingi perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Mantiri mengidentifikasi dua persoalan utama yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, yakni sengketa aset dermaga wisata serta krisis air bersih.
Koordinasi intensif antara pemerintah desa dan kabupaten membuahkan hasil. Selain rencana pembangunan SPAM, aset desa berupa dermaga wisata yang sebelumnya menjadi polemik kini telah kembali sepenuhnya kepada masyarakat Desa Tiwoho untuk dikelola sebagai ruang publik dan pengembangan ekonomi lokal.
Sekretaris Desa Tiwoho, Herlina Dalinti, menegaskan bahwa kebutuhan air bersih merupakan aspirasi yang terus disuarakan warga dalam berbagai forum perencanaan, mulai dari musyawarah desa hingga musrenbang tingkat kecamatan. Namun, selama bertahun-tahun usulan tersebut belum pernah terealisasi.
“Puji Tuhan, melalui kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan respon cepat terhadap inisiatif Penjabat Hukum Tua, kebutuhan mendasar ini akhirnya dijawab. Ini menjadi kabar sukacita bagi seluruh warga Tiwoho,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Mantiri. Ia menyebut proyek SPAM ini sebagai jawaban atas doa masyarakat sekaligus bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat.
“Ini bukan hanya proyek, tetapi bentuk kepedulian dan perhatian nyata dari Bapak Bupati dan Wakil Bupati kepada masyarakat Tiwoho. Kami bersyukur dan siap mendukung penuh pelaksanaannya,” ungkap Mantiri.
Pembangunan SPAM ini akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Minahasa Utara dalam waktu dekat. Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi permanen atas persoalan air bersih yang selama ini dialami warga di delapan jaga Desa Tiwoho.
Lebih dari sekadar infrastruktur, proyek ini juga menjadi simbol kolaborasi kuat antara pemerintah kabupaten dan desa dalam mewujudkan visi pembangunan daerah. Dengan terealisasinya SPAM Pancurang, masyarakat Tiwoho kini menatap masa depan dengan optimisme baru—air bersih yang layak bukan lagi impian, melainkan kenyataan yang segera hadir.
Winsy.W





