Surabaya – Liputan Warta Jatim Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 berlangsung sangat meriah namun tetap tertib di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (1/5/2026).
Massa mulai berkumpul secara tertib sejak pukul 14.35WIB. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah pembentangan Bendera Merah Putih raksasa sepanjang kurang lebih 100 meter yang dibentangkan tepat di depan panggung utama. Situasi keamanan pun terjaga kondusif dengan pengamanan ketat dari personel kepolisian yang berjaga di depan gerbang lengkap dengan pemasangan kawat berduri.

Dalam aksi yang berlangsung, para buruh tidak hanya menuntut kesejahteraan, tetapi juga kepastian hukum dan kemudahan hidup. Mereka meminta Gubernur agar bersurat ke pemerintah pusat terkait reformasi sistem perpajakan dan peninjauan ulang pemotongan pajak atas Tunjangan Hari Raya (THR) yang dinilai memberatkan.
“Kami meminta Gubernur memfasilitasi perwakilan buruh untuk audiensi langsung dengan DPR RI, Mahkamah Agung, Kementerian Keuangan, hingga Kantor Pusat BPJS Kesehatan,” ujar perwakilan buruh.
Selain itu, massa juga menekankan pentingnya pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan PHK mengingat kasus pemutusan hubungan kerja yang semakin marak di Jatim. Tuntutan lain yang disuarakan meliputi perluasan rute transportasi publik Trans Jatim ke kawasan industri, hingga pengawalan jalur afirmasi bagi anak buruh saat seleksi masuk SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027.
“Kami juga mengusulkan insentif keringanan pajak kendaraan roda dua sebesar 20 persen khusus bagi buruh dengan nilai pajak di bawah Rp500.000 untuk masa pajak tahun 2025 ke bawah,” tambahnya.
Merespons seluruh aspirasi tersebut, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan penuh dan berjanji akan mengawal semua tuntutan tersebut.
Poin paling penting yang disepakati hari ini adalah komitmen bersama untuk segera mengawal Peraturan Daerah (Perda) tentang Sistem Jaminan Pesangon yang berlandaskan PP Nomor 35 Tahun 2021 agar segera dibahas dan disahkan bersama DPRD Jatim.
“Mudah-mudahan ini menjadi penguat potensi buruh di Jatim. Tadi kita sudah tandatangani kesepakatan bersama perwakilan buruh untuk bersama-sama mengawal Perda Pesangon supaya segera kita bahas dan lahirkan,” tegas Khofifah.
Terkait perumahan layak, Khofifah memastikan akan segera berkoordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, untuk mencari solusi kendala lahan. Ia juga menyinggung komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk merapikan regulasi bagi pekerja sektor transportasi daring.
“Pak Presiden sudah berikan komitmen luar biasa. Kita akan rapikan aturan bersama aplikator dan kementerian terkait, sehingga kawan-kawan driver online bisa menikmati hasil kerjanya dengan lebih baik dan layak,” pungkasnya.
Aksi May Day hari ini berakhir harmonis, menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah dan pekerja demi terciptanya hubungan industrial yang adil dan sejahtera.
Dedik Kurniawan





