Sarasehan Nasional NU & Kesejahteraan, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa: Merajut Jalan Kesejahteraan dengan Hikmah Nahdlatul Ulama

SURABAYA-Liputan Warta Jatim, Di tengah arus perubahan zaman yang semakin kompleks, Nahdlatul Ulama membutuhkan sosok yang tidak hanya kaya pengalaman, tetapi juga memiliki keluasan pandangan dan kejernihan nurani. Dalam Sarasehan Nasional “Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial” yang diselenggarakan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), kehadiran Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa menjadi salah satu titik terang yang memperkaya arah diskusi dan memperkokoh optimisme.

Sebagai ulama, cendekiawan, sekaligus tokoh kebangsaan, beliau menghadirkan perspektif yang menegaskan bahwa kesejahteraan sosial bukan semata urusan ekonomi, melainkan amanah keagamaan yang bertumpu pada nilai-nilai rahmah, keadilan, dan kemaslahatan. Gagasan-gagasan beliau senantiasa berangkat dari khazanah Ahlussunnah wal Jamaah, namun tetap relevan menjawab tantangan Indonesia masa kini.

Baca Juga :  SMKN 1 Sinjai Tanamkan Karakter Religius Lewat Salat Jum'at Berjamaah di Sekolah.

Di hadapan para peserta sarasehan, Prof. Ali Masykur Musa kembali menunjukkan karakter kepemimpinan yang memadukan keluasan ilmu, keteduhan akhlak, dan ketajaman analisis. Bagi beliau, NU sejak kelahirannya bukan hanya penjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga pelopor gerakan sosial yang berpihak kepada kaum lemah, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan harapan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai Mudir ‘Ali JATMAN, beliau juga memperlihatkan bahwa dimensi spiritual tidak pernah terpisah dari pengabdian sosial. Jalan tarekat bukanlah pelarian dari realitas, melainkan jalan untuk menumbuhkan hati yang bersih, sehingga lahir keberanian mengabdi, keikhlasan melayani, dan keteguhan memperjuangkan kemaslahatan umat dan bangsa.

Semoga setiap ilmu yang disampaikan, setiap nasihat yang dituturkan, dan setiap ikhtiar yang dilakukan oleh Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi Nahdlatul Ulama, bangsa Indonesia, dan generasi yang akan datang. ( Red )

Artikel yang Direkomendasikan