Surabaya | liputanwarta-jatim.co.id – Kesenian Reog Ponorogo kini resmi menjadi kebanggaan bangsa. Seni pertunjukan asal Jawa Timur ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada Sidang ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paraguay, tepatnya pada tanggal 3 Desember 2024.
Pengakuan dunia ini diberikan karena nilai luhur gotong royong yang terkandung di dalamnya. Diketahui, kesenian ini diyakini sudah ada sejak tahun 1920-an atau bahkan lebih lama, yang legendarisnya bermula dari kisah kepahlawanan Prabu Klana Sewandono dan Raja Singo Barong.
Seiring berjalannya waktu, kecintaan masyarakat terhadap Reog semakin tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya paguyuban dan perkumpulan yang lahir, menjadikan seni ini semakin besar dan kuat di tengah masyarakat.
Tidak terkecuali di Kota Pahlawan, Surabaya. Muncul sebuah paguyuban bernama BOREG SURAN yang berdiri sejak sekitar tahun 2019. Komunitas ini hadir bukan hanya untuk tampil, tapi berkomitmen penuh dalam uri-uri budaya atau melestarikan kesenian asli Nusantara.
Komunitas ini awalnya dipelopori oleh tiga orang, salah satunya adalah sosok yang sangat dihormati, Mbah Bukhori, yang kini menjabat sebagai sesepuh. Hingga saat ini, Mbah Bukhori masih sangat aktif berkomunikasi dan merangkul rekan-rekan seniman untuk bersama-sama menjaga kesenian yang adi luhung ini.
Dalam perjalanannya, BOREG SURAN semakin solid dan banyak menggandeng kelompok-kelompok Reog di Surabaya, terutama di wilayah pesisir dan pinggiran kota. Mereka tidak hanya soal seni, tapi juga menjunjung tinggi nilai kegotongroyongan dan kekeluargaan.
Selain bergerak di bidang budaya, BOREG SURAN juga dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi. Hal ini terbukti pada tahun 2025 kemarin saat bencana banjir melanda Aceh, komunitas ini dengan sigap menggalang dana. Berkat keikhlasan anggota, berhasil terkumpul bantuan sebesar Rp 20 Juta yang disalurkan melalui Baznas.
Memasuki tahun 2026 ini, BOREG SURAN menggelar acara besar yang sangat dinanti-nantikan. Mereka akan mengadakan peringatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Akbar yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal: Sabtu, 18 April 2026
Jam: 19.00 WIB
Lokasi: Lapangan Futsal Kalilom Lor, Surabaya
Acara ini akan dimeriahkan dengan Pentas Reog Semalam Suntuk yang pastinya akan sangat meriah dan memukau.
Trio Ketua Panitia saat diwawancarai mengaku sangat antusias.
“Acara ini kami selenggarakan selain untuk memperingati syawalan umat Islam, juga sebagai momen emas untuk menjaga dan mempererat silaturahmi para kawan-kawan Reog yang tergabung di BOREG SURAN,” ujar mereka.
Sementara itu, Ateng, salah satu anggota BOREG SURAN menambahkan, acara terselenggara ini murni atas swadaya dan urunan dari teman-teman sebisanya dan seikhlasnya. Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama komunitas ini.
Diharapkan, acara ini tidak hanya menjadi pesta seni, tapi juga memperkokoh persaudaraan dan terus melestarikan Reog Ponorogo sebagai identitas bangsa.
Jurnalis :Dedik kurniawan






