Mojokerto – Liputan Warta Jatim, Pimpinan Yayasan Amanatul Ummah, Prof. Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, M.A., membantah keras tuduhan yang beredar di media sosial terkait kepemilikan koperasi bernama Amanatul Ummah di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Kiai Asep menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar sama sekali dan telah menyesatkan masyarakat. Jum’at.07 November 2025
Pernyataan tegas tersebut disampaikan saat konferensi pers bersama awak media dan LSM se-Mojokerto, yang digelar pada Jumat (7/11/2025) di Pabrik Air Mineral Afia, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
“Di media sosial beredar berita seolah-olah ada koperasi di Desa Kunjorowesi bernama Koperasi Amanatul Ummah yang melakukan kegiatan penambangan ilegal. Saya tegaskan, itu tidak benar. Yayasan Amanatul Ummah sama sekali tidak memiliki koperasi, apalagi yang bergerak di bidang tambang,” ujar Kiai Asep.

Ia menjelaskan, penggunaan nama “Amanatul Ummah” oleh pihak lain tanpa izin telah merugikan pihaknya. Menurutnya, Amanatul Ummah memiliki makna ‘amanatnya umat’, dan nama tersebut sudah lama digunakan oleh yayasan yang fokus pada bidang pendidikan dan dakwah, bukan bisnis atau pertambangan.
“Tolong kepada pemilik koperasi yang menggunakan nama Amanatul Ummah agar segera mengganti namanya. Karena pemberitaan itu sangat merugikan kami dan mencoreng nama lembaga pendidikan yang kami bangun sejak tahun 1998,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Kiai Asep juga menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah Mojokerto. Ia mendorong agar seluruh pihak terkait segera menertibkan kegiatan tambang tanpa izin yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Tambang ilegal ini tidak punya tanggung jawab melakukan reklamasi dan banyak memakan korban. Saya minta aparat keamanan segera menutup tambang ilegal ini sampai benar-benar resmi,” tambahnya.
Kiai Asep juga menegaskan bahwa segala bentuk usaha yang tidak memiliki legalitas tidak akan membawa keberkahan.
“Tambang yang tidak legal itu tidak barokah, sama saja dengan barang curian. Maka segera lengkapi izinnya dan jangan gali tanah terlalu dalam,” ucapnya.
Menutup konferensi pers, Kiai Asep menyampaikan akan melanjutkan klarifikasi ini ke tingkat nasional agar masyarakat tidak lagi salah paham dan nama Amanatul Ummah tetap bersih dari tuduhan yang tidak berdasar. (Maul/um/Sh)





