Sidoarjo – Liputan Warta Jatim, Polemik pembongkaran makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab kini telah merembet ke ranah hukum. Kejadian ini menjadi pembicaraan luas di masyarakat dan bahkan menyebar dengan cepat hingga menjadi topik yang viral di berbagai media sosial. Senin, (4/052026)
Merespons situasi tersebut, Perjuangan Wali Songo Laskar Sabilillah (PWI LS) DPC Kecamatan Taman yang diketuai oleh H. Kartono bersama Dewan Kesepuhan yang diwakili oleh Gus Bahrul Ulum atau yang akrab disapa Gus Ulum, dan anggota PWI lainya melakukan langkah konfirmasi dan pendataan. Informasi yang diterima kemudian disampaikan kepada pengurus tingkat kabupaten, dan segera ditindaklanjuti langsung oleh Ketua DPD PWI LS Kabupaten Sidoarjo, Gus Maki.
Sebagai bentuk upaya mendapatkan kejelasan informasi dan mendengar aspirasi pihak yang bersangkutan, PWI LS mengadakan pertemuan audiensi dengan pihak ahli waris makam yang diwakili oleh Syaifudin. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Gus Fandi Ahmad Fitrah panggilan akrabnya Gus Fandi dan Gus Ambiyak ( Gus , Choirul Ambiyak) serta sejumlah warga dari lingkungan Wonocolo, Ngelom Kecamatan Taman, Sidoarjo.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ambiyak menjelaskan secara rinci mengenai silsilah keluarga dan sejarah kehidupan Mbah Dirjo Joyo Ulomo. Ia menegaskan bahwa makam yang dibongkar tersebut benar-benar merupakan makam asli milik tokoh yang dimaksud. Berdasarkan catatan sejarah dan penuturan turun-temurun dari para sesepuh masyarakat Sepanjang Mbah Dirjo dulunya merupakan bagian dari pasukan pengawal Pangeran Diponegoro. Setelah perjalanan hidupnya, ia memilih untuk menetap di wilayah Sepanjang dan kemudian menjadi murid dari Kiai Raden Ali Ngelom, yang makamnya juga terletak di dalam kompleks pemakaman Ndalem Ngelom. Saat ini, lokasi makam Mbah Dirjo berada di area lingkungan Pasar Sepanjang.
Sementara itu, Syaifudin selaku ahli waris menceritakan kronologi terjadinya pembongkaran yang dilakukan oleh Arifin yang saat ini wajib lapor ke Polsek yang sebelumnya di panggil oleh Pol. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 15 April 2026 yang lalu, dan pihaknya sempat melakukan peneguran langsung saat proses pembongkaran masih berlangsung.
“Kami sangat berharap agar makam yang telah dibongkar ini dapat dikembalikan ke keadaan semula, bahkan jika memungkinkan dapat diperbaiki dan dibangun dengan lebih baik lagi. Mengingat makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir seorang ulama yang jasanya diakui dan menjadi bagian dari sejarah ulama di Nusantara,” ungkap Syaifudin.
Ketua DPD PWI LS Kabupaten Sidoarjo, Gus Maki, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik dan mencapai kesepakatan yang memuaskan semua pihak, hal yang paling utama dan harus segera diluruskan adalah status kepemilikan tanah tempat makam tersebut berdiri.
“Jika status tanah sudah jelas dan sah, ada ahli waris maka langkah penyelesaian masalah ini akan menjadi lebih mudah dan dapat diselesaikan sesuai dengan harapan ahli waris serta seluruh masyarakat yang merasa memiliki kepedulian terhadap tempat bersejarah ini,” pungkas Gus Maki.
kami PWI LS akan support penuh atas terjadinya pembongkaran makam ulama Nusantara ini . tambahnya. setelah mendengar penjelasan dari Gus Ambiyak dn Ahl waris { Syaifudin ) .
dari hasil audiensi tersebut bahwa berita yang beredar di masyarakat terutama dimedia sosial terkait isi pembongkaran Makam ditemukan boneka adalah hoax dan tidak benar . dan PWI LS DPC TAMAN akan selalu mengawal proses hukum yang sedang berjalan di Polsek Taman.
Red/Editor: Ami





