Jember – Liputan Warta Jatim, Kedaulatan Hukum Adalah Panglima Konstitusi Republik Indonesia telah meletakkan mandat yang tegas: kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Dalam mengejawantahkan amanat tersebut, kemerdekaan pers hadir sebagai salah satu perwujudan kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum.
Oleh karena itu, setiap derap langkah Jumantoro, Koordinator Wilayah rorokembang.com Jember, dalam menjalankan fungsi profesinya, bukanlah bergerak atas dasar selera personal, pesanan kelompok, apalagi tunduk pada selera kekuasaan. Ia bergerak semata-mata karena menjalankan perintah undang-undang.
Secara yuridis-formal, kerja jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab dibentengi secara absolut oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Negara memberikan jaminan perlindungan hukum dalam mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan serta informasi demi kepentingan publik.
Bahkan, dalam lanskap hukum pidana progresif, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)* secara tegas menggariskan asas materiil yang sangat fundamental:
Setiap orang yang melakukan perbuatan yang dilarang, tidak dipidana jika perbuatan tersebut dilakukan untuk melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Artinya, selama produk jurnalistik dilahirkan melalui proses pengujian fakta yang sahih, konfirmasi yang adil, kepatuhan total pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta penyediaan ruang hak jawab yang berimbang, maka setiap upaya untuk menghalangi, mengintimidasi, atau mengkriminalisasi jurnalis adalah bentuk perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad) dan merupakan pelanggaran pidana berat terhadap kemerdekaan pers.
Mandat Perut Bumi Jember: Suara Petani, Nelayan, dan Buruh Pabrik
Wartawan bukanlah pencari musuh, bukan pemburu kesalahan, dan bukan pula musuh dari pembangunan. Wartawan adalah mata bagi mereka yang terpinggirkan, telinga bagi mereka yang diabaikan, dan penyambung lidah bagi rakyat jelata.
Ketika jurnalis turun ke lapangan, yang mereka bawa bukanlah kebencian, melainkan amanat penderitaan rakyat Jember.
Mereka membawa keringatpetani Jember yang menggarap sawah di bawah terik matahari, yang seringkali harus menelan pil pahit akibat kelangkaan pupuk atau permainan harga.
Mereka membawa harapan nelayan Jember yang menerjang ombak demi menghidupi keluarga, namun akses kesejahteraannya kerap terhambat oleh birokrasi yang lamban.
Mereka membawa keluh kesah para buruh pabrik di Jember yang memeras keringat demi sesuap nasi, merindukan keadilan upah dan transparansi regulasi yang berpihak pada rakyat kecil.
Uang yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jember bukanlah uang pribadi. Itu adalah uang rakyat, uang pajak dari keringat petani, hasil laut nelayan, dan potongan upah buruh pabrik. Ketika ada indikasi anggaran tersebut disalahgunakan, ketika ada bau busuk korupsi yang mengorbankan hajat hidup orang banyak, maka pers wajib berdiri di garis depan untuk membongkarnya. Menutupi fakta korupsi sama saja dengan mengkhianati piring nasi para petani dan nelayan Jember.
Ultimatum Terbuka: Benahi Kinerja, Bukan Membungkam Fakta
Fungsi kontrol sosial bukanlah sebuah kejahatan. Pemimpin dan birokrat yang bersih, jujur, dan berintegritas tidak akan pernah risih apalagi ketakutan ketika diawasi. Sebaliknya, hanya mereka yang bermental korup, yang menyalahgunakan jabatan demi memperkaya diri dan kelompoknya, yang akan gemetar dan panik melihat sorot lampu kamera dan pena wartawan.
Jika birokrasi merasa gerah dengan pemberitaan, rumusnya sangat sederhana: *benahi kinerja, bersihkan sistem, dan gunakan mekanisme konstitusional berupa hak jawab.* Jangan sesekali mencoba menggunakan kekuasaan, jabatan, atau jaringan intimidasi untuk membungkam kebenaran.
Pers yang patuh pada hukum tidak akan pernah mundur satu langkah pun oleh tekanan atau gertakan instan. Sejarah telah membuktikan bahwa kekuasaan bisa berganti, jabatan bisa copot, namun fakta dan kebenaran yang ditulis oleh pers akan tetap abadi dan dicatat oleh sejarah.
Rorokembang.com akan terus berdiri tegak di Jember. Kami tidak membenci individu atau institusi mana pun. Yang kami musuhi adalah mentalitas korup yang merampok hak-hak rakyat jelata. Pers akan terus mengawasi, demi tegaknya hukum, demi keadilan sosial, dan demi senyum para petani, nelayan, serta buruh pabrik di bumi Jember.






