Bedjo Jawa Farm, Langkah Nadzir Bangun Usaha Ayam Kampung Unggul

Malang – Liputan Warta Jatim, Ketekunan Nadzir (36) dalam menekuni usaha ternak Ayam Kampung Unggul (KPU) mulai membuahkan hasil. Selama dua tahun terakhir, usaha yang dirintis di Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang itu terus berkembang dengan permintaan pasar yang semakin meningkat.

Pemilik Bedjo Jawa Farm tersebut mengaku awalnya hanya memelihara ayam untuk kebutuhan keluarga. Namun tingginya permintaan telur dan daging ayam kampung unggul membuatnya serius mengembangkan usaha peternakan mandiri.

“Awalnya hanya untuk kebutuhan sendiri, kemudian melihat pasar cukup besar akhirnya saya mulai menjual telur dan ayamnya,” ujar Nadzir, Sabtu (9/5/2026).

Saat ini, Nadzir memiliki sekitar 50 indukan ayam yang mampu menghasilkan kurang lebih 50 butir telur per hari. Menurutnya, ayam kampung unggul memiliki kelebihan karena lebih tenang, mudah dirawat, dan cocok dibudidayakan di lingkungan permukiman.

Baca Juga :  *Sidak di Malam Hari, Kadivpas Jatim Pastikan Kondusifitas Keamanan Lapas Banyuwangi.*

Meski harga pakan kerap mengalami kenaikan, Nadzir menyebut usaha ternaknya masih memberikan keuntungan. Ia menyiasati tingginya biaya pakan dengan membeli bahan baku langsung dari petani maupun sesama peternak.

Selain itu, tingginya permintaan pasar juga menjadi tantangan tersendiri karena jumlah peternak ayam kampung unggul masih terbatas.

“Permintaan telur dan daging cukup banyak, kadang kami belum bisa memenuhi semuanya,” katanya.

Nadzir membudidayakan beberapa jenis ayam kampung unggul seperti Ras Reborn, Barotreck, dan BP3 yang dikenal memiliki produktivitas telur tinggi. Ia berharap usaha yang dirintisnya dapat menjadi contoh bagi masyarakat bahwa usaha ayam petelur tetap memiliki prospek menjanjikan jika dikelola dengan baik.

“Saya ingin usaha ini bisa mengubah mindset masyarakat bahwa beternak ayam petelur tidak selalu rugi, asalkan manajemen dan pakan dikelola dengan tepat,” pungkasnya.

Artikel yang Direkomendasikan