Idul Adha 1447 H: RT 01 RW 03 Gang Murai, Wajah Nyata Persaudaraan yang Berkeadilan

Sidoarjo – Liputan Warta Jatim Lebaran Haji tahun 1447 Hijriah ini meninggalkan kesan mendalam yang istimewa di RT 01 RW 03, Lingkungan Gang Murai, Sidoarjo. Usai gemericik takbir usai Sholat Ied menggema, warga tidak langsung bubar ke rumah masing-masing, melainkan bergerak beriringan menuju halaman Mushola Rahmat. Di sinilah pesta pengorbanan dan kebersamaan digelar, bukan sekadar sebagai tradisi tahunan, melainkan sebagai wujud nyata bahwa di lingkungan ini, nilai persaudaraan dan keadilan menjadi pondasi kehidupan bermasyarakat.

Suasana yang terbangun begitu hangat dan akrab. Tidak ada jarak antara warga dan pengurus, semuanya menyatu dalam satu tujuan: menjalankan perintah agama dan berbagi kebahagiaan. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tentu tidak lepas dari peran para pengurus yang telah dipercaya memegang kendali, hasil dari kesepakatan bulat warga dalam musyawarah sebelumnya. Mereka adalah sosok-sosok yang siap mengabdi tanpa pamrih:

• Ketua Panitia: Albert
• Wakil Ketua: Khakim
• Sekretaris: Rendika
• Bendahara: Didik Joe
• Penasehat: H. Syamsudin dan Sukiman

Satu hal yang langsung menarik perhatian mata adalah keseragaman penampilan para panitia. Berbusana seragam yang sama, mereka bergerak sigap mengatur setiap alur kegiatan. Keseragaman ini bukan hanya soal penampilan, melainkan simbol kesatuan tekad. Di bawah bimbingan para penasehat yang bijak, panitia bekerja dengan ketelitian, memastikan setiap proses berjalan sejalan dengan syariat dan adat istiadat yang luhur.

Baca Juga :  Peningkatan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan Jadi Fokus Musrenbang Banyuwangi 2025

Albert, Ketua Panitia yang terlihat sibuk namun tetap tersenyum melayani, mengungkapkan rasa syukurnya yang luar biasa.

“Di tahun yang penuh berkah ini, saya menyimpulkan satu hal penting: kekuatan kita ada pada kebersamaan. Amanah yang warga berikan kepada kami di tahun 1447 H ini adalah kepercayaan yang sangat mahal harganya. Kami bekerja sekuat tenaga dengan satu prinsip: keputusan bersama di atas segalanya. Semoga lelah dan keringat kami hari ini menjadi bekal pahala jariyah yang tidak terputus hingga kelak,” ujar Albert dengan kerendahan hati yang tulus.

Dalam perayaan kali ini, warga RW 03 mengurbankan satu ekor sapi dan satu ekor kambing. Ada tradisi indah yang terus dipelihara di sini, yaitu penyetaraan derajat melalui makan bersama. Satu ekor kambing yang dikurbankan, langsung diolah dan disajikan dalam jamuan bersama. Di atas tikar yang sama, warga dan panitia duduk bersila, menikmati hidangan dengan penuh rasa syukur. Di momen itu, jabatan dan harta tak lagi memiliki arti, yang tersisa hanyalah persamaan sebagai hamba Allah yang bersyukur.

Sementara itu, mekanisme pembagian dagingnya menjadi teladan bagi lingkungan lain. Berdasarkan kesepakatan yang matang, diterapkan pembagian yang cerdas dan adil: 30% bagian kembali kepada penyumbang sebagai penghormatan atas kedermawanannya, dan 70% sisanya didistribusikan untuk seluruh warga.

Porsi besar sebesar 70% tersebut kemudian dibagikan secara merata kepada 81 Kepala Keluarga yang tercatat di wilayah ini. Setiap rumah tangga menerima jatah yang sama besar, tanpa ada perbedaan ukuran atau kualitas.

Baca Juga :  Even Duta Cilik Jember 2024 Berjalan Lancar, Orang Tua Aqila Merasa Puas dan Bangga

Namun, yang paling membuat cara pandang orang berubah adalah sikap para panitia. Mereka yang dari pagi sudah berkeringat mengurus segala hal, dengan tegas menyatakan tidak mengambil hak istimewa apa pun.

“Kami mengingatkan diri kami sendiri terus-menerus, bahwa menjadi panitia itu artinya menjadi pelayan, bukan menjadi penguasa. Maka saat pembagian tiba, kami berdiri sama tinggi dengan warga lainnya. Satu ikat daging untuk semua, tidak ada lebih untuk pengurus. Itu adalah harga mati yang kami sepakati demi menjaga keikhlasan dan keadilan di RW 03 ini,” tegas H. Syamsudin, salah satu Penasehat yang turut mengawasi jalannya kegiatan.

Idul Adha 1447 H di RW 03 Gang Murai ini membuktikan bahwa kebahagiaan bermasyarakat lahir dari keadilan dan kesetaraan. Di sini, semangat berbagi tidak hanya berhenti pada pemberian materi, tetapi juga meluas pada pemberian rasa hormat dan penghargaan kepada sesama. Semoga cahaya kebersamaan ini terus menyinari setiap sudut lingkungan.

Red/Dedik Kurniawan

Artikel yang Direkomendasikan