Menempa Kekuatan Iman Lewat Yasinan Rutin Kebersamaan Ibu-ibu Gang Murai di Mushola Rahmat

Sidoarjo – Liputan Warta Jatim  Di tengah hiruk-pikuk kesibukan keseharian dan rutinitas rumah tangga, sekelompok ibu-ibu di lingkungan Gang Murai, RT 01 RW 03, Kecamatan Gedangan, menemukan ketenangan dan kekuatan batin yang luar biasa dalam sebuah kebersamaan yang penuh makna. Setiap dua minggu sekali, Mushola Rahmat menjadi saksi hangatnya ukhuwah Islamiyah, tempat di mana hati-hati yang rindu akan kasih Allah SWT berkumpul, bershalawat, dan berdoa dalam kegiatan yasinan rutin yang telah menjadi tradisi indah di wilayah tersebut.

Kegiatan yang diikuti antusias oleh para ibu rumah tangga ini bukan sekadar pertemuan biasa. Di balik kesederhanaannya, kegiatan ini menyimpan nilai luhur yang menjadi pondasi kokoh keharmonisan warga. Di bawah bimbingan dan kepemimpinan Ketua Yasinan sekaligus Ketua RT 01, Ibu Fitri, kegiatan ini berjalan dengan tertib, khusyuk, dan penuh kehangatan kekeluargaan.

Dalam setiap pertemuan, suasana Mushola Rahmat berubah menjadi begitu damai dan syahdu. Lantunan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan doa, hingga alunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW bergema memenuhi ruangan, menembus ke relung hati setiap jamaah yang hadir. Bagi para ibu, momen ini adalah waktu istimewa untuk sejenak melepas lelah, menenangkan jiwa, serta mengisi kembali bekal iman yang mungkin terkikis oleh rutinitas duniawi.

Usai rangkaian pembacaan yasinan dan doa bersama, Ibu Fitri selaku pimpinan acara selalu menyempatkan diri menyampaikan pesan-pesan bijak dan nasihat yang menyentuh hati kepada seluruh jamaah. Dengan tutur kata yang lembut namun tegas, Ibu Fitri mengingatkan kembali tujuan dan manfaat besar dari kegiatan mulia ini.

Baca Juga :  Silaturahmi Kebangsaan: MUI dan Polres Gresik Pererat Sinergi Demi Gresik Aman dan Berakhlak

“Hadirin ibu-ibu sekalian, kegiatan yasinan dan pengajian ini kami laksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali. Hal ini kami jadikan jadwal tetap, agar menjadi kebiasaan baik, agar tali persaudaraan kita senantiasa terjalin erat, dan agar iman kita terus terjaga serta tumbuh subur di hati,” ujar Ibu Fitri di hadapan para ibu yang hadir, dalam suasana yang penuh kekhusyukan.

Lebih dalam lagi, Ibu Fitri menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang kewajiban sosial, melainkan sarana untuk saling menguatkan dan mengingatkan. “Di sini kita berkumpul bukan sekadar bertemu dan berbincang, tetapi kita berkumpul karena Allah. Kita saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Apapun beban dan masalah yang kita bawa dari rumah, insyaallah akan terasa ringan dan hilang seketika saat kita berkumpul memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT bersama-sama,” imbuhnya dengan nada yang menyentuh perasaan.

Pesan yang disampaikan Ibu Fitri menyentuh benak dan hati setiap jamaah yang hadir. Bagi para ibu di Gang Murai, kehadiran di Mushola Rahmat setiap dua minggu sekali adalah sebuah kebutuhan rohani. Di sana, mereka menemukan ketenangan, berbagi kebahagiaan, bahkan saling menguatkan saat menghadapi ujian hidup. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa kemajemukan dan keharmonisan warga dapat dibangun mulai dari lingkungan terkecil, melalui jalan yang paling mulia, yaitu jalan agama dan kebaikan.

Baca Juga :  Polsek Cerme Bersama Forkopimcam Gelar Bagi Takjil dan Buka Bersama Dengan Perguruan Silat se-Kecamatan Cerme 

Tidak hanya menjadi wadah ibadah, kegiatan yasinan ini juga menjadi jembatan persaudaraan yang kokoh antarwarga. Di antara mereka tumbuh rasa saling kenal, saling peduli, dan saling tolong-menolong yang sangat kental. Jika ada warga yang sakit, tertimpa musibah, maupun yang sedang berbahagia, kabar itu akan cepat tersebar dan menjadi perhatian bersama, semuanya berawal dari keakraban yang terjalin di kegiatan rutin ini.

Sebagai penutup setiap pertemuan, doa senantiasa dipanjatkan untuk kebaikan bersama, keselamatan keluarga, serta kemajuan dan kedamaian wilayah RT 01 RW 03. Kegiatan yasinan rutin ibu-ibu di Mushola Rahmat ini menjadi teladan nyata, bahwa di tangan para ibu yang beriman, terciptalah lingkungan yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga sarat akan nilai-nilai ketakwaan, kebersamaan, dan kasih sayang yang tulus. Sebuah cahaya kecil yang terus menyala, menerangi kampung halaman dengan kehangatan iman dan persaudaraan.

Jurnalis : Dedik Kurniawan

Artikel yang Direkomendasikan