
SURABAYA – Liputan Warta Jatim, Suasana meriah dan penuh keakraban menyelimuti Lapangan Futsal Kalilom Lor, Surabaya, pada Sabtu (18/4/2026). Acara Halal Bihalal besar-besaran yang digagas oleh BOREG SURAN ini berhasil memukau lebih dari 3.000 orang yang hadir. Antusiasme masyarakat yang tinggi serta kehadiran puluhan komunitas seni membuat lokasi acara hampir penuh sesak.
Tidak hanya warga sekitar, acara ini juga dihadiri oleh berbagai komunitas Reog dari berbagai wilayah yang menunjukkan solidaritas yang kuat. Beberapa di antaranya adalah Singo Angumboro Joyo, Sardulo Manggolo Putro, Singo Azka Wijoyo, Gembong Singo Tambak, Margo Cipto Utomo, Ki Ageng Bantar Angin, Singo Jala Braja, Tri Sapto Topo, Singo Barong Rekso, Yudho Yuono, Voina Vania, Fauna Alam Persada, hingga Singo Kalilom Joyo.
Rangkaian Acara Penuh Makna dan Seni
Acara dibuka secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, menunjukkan jiwa nasionalis para seniman Reog. Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi salam-salaman dan maaf-maafan antar anggota sebagai inti dari Halal Bihalal.
Puncak kemeriahan terlihat saat pementasan seni dimulai. Penampilan dibuka dengan atraksi Empat Dadak Merak, yang kemudian disusul dengan Tari Jatil dan Ganongan. Penampilan para penari mendapat apresiasi luar biasa dari penonton, terbukti dengan banyaknya “saweran” yang diberikan secara antusias oleh para pengunjung.

Momentum Mempererat Tali Persaudaraan
Ketua Panitia, Trio Harmoko, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial belaka.
“Momen Halal Bihalal ini bukan hanya sekadar saling bersalaman dan bermaaf-maafan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita semua untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, serta menjaga semangat kebersamaan dalam melestarikan seni budaya Reog yang kita cintai,” ujar Trio.
Ia pun berharap agar kebersamaan ini semakin menambah kekompakan dan kerukunan. Tak lupa, ia menyinggung pentingnya adaptasi seni di zaman modern.
“Semoga seni Reog Ponorogo ini mampu beradaptasi di era digitalisasi, tetap produktif, solid, semakin maju, dan terus menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkasnya.

Trio juga mengucapkan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi baik dari segi pikiran, tenaga, waktu, maupun materi demi suksesnya acara ini.
Dihadiri Sesepuh dan Pejabat Lokal
Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Mbah Santoso atau yang akrab disapa Mbah Jan, seorang sesepuh Reog Surabaya yang hadir dan menyaksikan jalannya rangkaian acara dengan penuh perhatian. Turut hadir pula para pemangku wilayah setempat, termasuk Ketua RW dan Lurah, yang juga memberikan sambutan dan dukungan terhadap kegiatan budaya positif ini.





