MANADO- Liputan Warta Jatim
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada jajaran pengurus baru Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (17/3/2026), di Wisma Negara Bumi Beringin.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE menegaskan posisi strategis FKDM sebagai “mata dan telinga gubernur” yang memegang peran penting dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“FKDM harus mampu membaca tanda-tanda zaman, memahami dinamika sosial, serta menjadi jembatan informasi yang cepat dan akurat bagi pemerintah,” ujar Selvanus.
Berdasarkan SK yang diserahkan, susunan pengurus FKDM Sulawesi Utara yang baru terdiri dari:
Ketua: Stefi Sumampow, LL.B.
Wakil Ketua/Ketua Harian: Meyvo Rumengan
Sekretaris: Fiky Fegas Sorongan
Anggota: Abdullah Alburi, Jeremia Damongilala, Ferry Liando, dan Raden Anggrynie Setyowati Sugiarto.
Peran Strategis di Tengah Keberagaman
FKDM merupakan wadah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun sistem deteksi dini terhadap potensi ancaman, baik sosial, politik, maupun keamanan.
Di tengah karakteristik Sulawesi Utara yang majemuk dengan keberagaman etnis, budaya, dan agama, peran FKDM dinilai semakin krusial.
Pelantikan pengurus baru ini diharapkan membawa semangat baru dalam memperkuat fungsi kewaspadaan dini yang lebih proaktif dan responsif terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Sinergi yang solid dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat menjadi kunci dalam memastikan efektivitas peran FKDM ke depan.
Ketua FKDM, Stefi Sumampow, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE. Ia menegaskan komitmen seluruh jajaran untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Kepercayaan ini adalah mandat untuk bekerja lebih maksimal dalam menjaga stabilitas daerah serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Penyerahan SK ini sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas daerah, mempererat persatuan, serta merawat harmoni sosial di Bumi Nyiur Melambai.
Winsy.W





