Surabaya. Liputan Warta Jatim, Dalam rangka Tasyakuran Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara kesatuan Republik Indonesia ke 83. Warga Shiddiqiyyah Surabaya dari berbagai daerah dan DPC se- Surabaya mengadakan Sujud syukur yang dimulai 09-10-1447 H, yang jatuh pada hari Rabo, 25 Februari 2026, Kamis, 26 Februari 2026 dilanjut buka bersama 27 Februari 2026. Bersamaan dengan acara buka bersama dari jam 15.00 WIB daerah Surabaya dan sekitarnya telah diguyur hujan deras dan diringi juga dengan semilir angin berdesir namun tidak membuat goyah dan kendor para peserta yang datang ke JMYR sekalipun sampai tempat lokasi acara baju basah kuyup tetap menunjukkan semangat untuk terus mengikuti acara hingga sampai waktunya berbuka puasa

Bung Choi sebutan sehari-hari orang memanggil sebagai ketua Panitia sujud syukur dan buka bersama dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus di lingkungan Shiddiqiyyah Surabaya atas terselenggaranya acara sujud syukur dan buka bersama dalam rangka mensyukuri Kemerdekaan Bangsa indonesia dan berdirinya negara kesatuan Republik semata kerjasama yang baik dan kompak,juga disampaikan bahwa untuk dana santunan yang masuk sejumlah 11 juta lebih untuk sementara dan ini berarti santunan yang disiapkan berjumlah kurang lebih 55 santunan bila ada yang mau menambahkan di persilahkan monggo, pungkasnya, Jum’at,at, 27 Februari 2026.
Masih kata Bung Choi melanjutkan sambutannya bahwa acara buka bersama pada tahun ini lebih meriah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mengingat tahun ini ada dari ibu JKPHS yang diberi nama Nada Cinta dan Nada Rindu menampilkan group rebana yang disajikan menghibur para undangan yang hadir sehingga suasana nampak ramai penuh dengan kebahagiaan semoga group nada Rindu ini ke depan banyak yang nanggap kata Bung Choi sambil gurau dan disambut tawa senang pada ibu-ibu group nada rindu
Hadir dalam rangka buka bersama dan mensyukuri Kemerdekaan Bangsa indonesia Dan Berdirinya Negara kesatuan Republik ke 83. Walitalkin Ir. Setiyo Purnomo ( Pungki ), Abdul Salam dan Anshori, seluruh pengurus di lingkungan Shiddiqiyyah Surabaya serta anak Yatim dan Kaum Duafa.
Darto





