
Jombang – Liputan Warta Jatim
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang, Drs. Purwanto, M.KP sebagai utusan pemerintah kabupaten Jombang hadir di hotel bintang tiga Yusro Jombang pada acara peringatan Tasyakuran Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-83 menurut kalender Hijriyah, 9 Ramadan, serta momentum berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 10 Ramadan 1364 Hijriah bersama organisasi Dhilal Berkat Rohmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah.
Acara Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai elemen masyarakat. Tampak perwakilan PKK Kabupaten Jombang, Forum Komunikasi Masyarakat (FKMJ) Jombang, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, hingga Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Kabupaten Jombang turut hadir memberikan apresiasi. Tidak ketinggalan 300 tamu kehormatan anak yatim piatu dan fakir miskin hadir dalam acara tersebut.
Sebagai panitia DHIBRA Shiddiqiyyah yang di ketuai Almukaromah Ibu Nyai Shofwatul Umah menyajikan acara dengan penuh kekeluargaan. Undangan dari Organisasi Shiddiqiyyah, Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan (PCTA Indonesia), Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah, Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah, Jamiyah Kautsaran Putri Shiddiqiyyah turut hadir menjadi saksi acara tersebut.

Santunan di pusat kegiatan Jombang diberikan kepada 300 penerima, terdiri dari 170 fakir miskin dan 130 anak yatim piatu. Masing-masing menerima paket uang tunai dan sembako, dengan total nilai lebih dari Rp110 juta.
Ketua Umum DHIBRA, Ibu Nyai Shofwatul Ummah, dalam sambutannya mengajak seluruh warga mensyukuri nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia, baik menurut hitungan Masehi maupun Hijriyah.
“Jika kita bersyukur, nikmat akan ditambah. Nikmat perdamaian, persatuan, kesejahteraan, dan kesehatan untuk bangsa Indonesia,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan amal. Menurutnya, amal yang dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus, meski nilainya tidak besar. Santunan yang diberikan menghadirkan kegembiraan bagi para penerima dan menjadi pintu keberkahan di bulan Ramadan.
“Menggembirakan fakir miskin dan yatim adalah perintah Rasulullah, bukan semata berbagi materi, tetapi juga keberkahan. Semoga hidup mereka lebih berkecukupan dan anak yatim tumbuh menjadi pribadi yang soleh,” harapnya.

Sambutan dari Bupati Jombang yang diwakili Drs Purwano M.Kp memyampaikan apresiasi syukur atas perkembangan Shiddiqiyyah yang berpusat di Ploso Jombang yang selalu mementingkan kepedulian sosial fakir miskin dan anak yatim piatu dalam segala acara. Pemerintah Jombang sendiri tidak sempat memikirkan acara peringatan Kemerdekaan Bangsa Indonesia 9 ramadhan dan berdirinya negara kesatuan republik Indonesia 10 ramadhan di bulan puasa seperti saat ini. “Shiddiqiyyah selalu menyenangkan termasuk adanya kegiatan pembangunan rumah gratis untuk orang yang rumahnya tidak layak, saya tahu sendiri karena saya pernah menjadi camat ploso saat dahulu” tutur Purwanto.
Purwanto juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia mengaku bangga dengan terselenggaranya acara yang memadukan silaturahmi, santunan, dan rasa syukur ini. “Saya menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya acara silaturahmi, santunan, dan tasyakuran atas nikmat besar kemerdekaan bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI.’’ ulas Beliau.
Pengurus DHIBRA Pusat, Nurhadi, menjelaskan kriteria penerima diperbarui setiap tahun. Anak yatim dibatasi maksimal usia 13 tahun. Kondisi fakir miskin juga diverifikasi ulang. Jika kondisi ekonomi membaik, maka tidak lagi masuk daftar penerima. Dihari yang sama pengurus perwakilan DHIBRA se Indonesia juga menyelenggaran acara yang sama, sehingga acara ini menjadi acara bersekala nasional ujar Nurhadi.
Dana santunan berasal dari shodaqoh organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah dan partisipasi para donatur. Program ini dijalankan secara rutin sebagai wujud kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin.
Suasana haru terasa menjelang berbuka. Anak-anak yatim diajak mengikuti kuis bertema kemerdekaan dan Ramadan. Tawa dan semangat mereka memenuhi ruangan, menambah kehangatan di bulan suci.






