
Kediri– Liputan Warta Jatim, Kunjungan dinas Wakil Kepala (Waka) SPN Polda Jatim, AKBP Dody Indra Eka Putra, S.I.K., M.H. bersama anggota Polda Jawa Timur yang menjadi Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa (IPJATBANG) ke Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, pada hari sabtu 21 Februari 2026 dalam kegiatan Pilot Project Pembinaan dan Pelatihan (BINLAT) Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa.
Kegiatan BINLAT lebih menekankan pada penguatan jati diri bangsa dan rasa cinta tanah air Indonesia yang saat ini ada indikasi mengalami kelongsoran jati diri bangsa dikalangan pelajar dan generasi muda. “Mengenang Makna Transformasi Koesno ke Soekarno” adalah bagian materi yang diikuti oleh 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang ada di wilayah Kabupaten Kediri tutur Kushartono Instruktur Binlat.

Program digagas oleh Perkumpulan Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa (PIPJATBANG), Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA Indonesia), pengurus Situs Persada Sukarno bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kediri. Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kabupaten Kediri terlibat sebagai bagian Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev), bersama unsur Polres Kediri, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan wilayah Kediri, Bakesbangpol Kabupaten Kediri, anggota DPR Kabupaten Kediri, Forkopimcam dan Camat Wates serta tokoh masyarakat.
Metode pembelajaran menggabungkan pendekatan rasa, sains otak, dan pengalaman langsung. Skema ini dirancang untuk memperkuat penghayatan nilai kebangsaan, memulihkan daya kritis, serta meningkatkan kemampuan pengendalian diri pelajar di tengah tekanan ruang digital. Penanaman nilai Pancasila menjadi fondasi utama sepanjang proses pelatihan.
Ketua DPD ABI Kabupaten Kediri, Juwaini, SP., yang tergabung dalam Tim Monev, menilai materi kebangsaan perlu terus diperbarui agar relevan dengan perkembangan zaman. Termasuk kondisi sosial, politik, hukum bangsa, serta dinamika geopolitik dunia yang ditimbang dengan nilai luhur budaya bangsa dan konstitusi dasar negara. Indonesia adalah bangsa yang peduli dan berkontribusi terhadap perdamaian serta kemerdekaan,” kata Juwaini.

Penyelenggara menargetkan lahir generasi muda berkarakter kuat, memiliki nasionalisme kokoh, dan memahami kesadaran kebangsaan yang selaras dengan Pancasila serta konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan serupa diproyeksikan menjadi agenda berkelanjutan dalam penguatan pendidikan karakter berbasis kebangsaan di daerah.
Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam kegiatan ini, antara lain anggota DPR RI Dodi Purwanto dan Danang, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, Waka SPN AKBP Dodi Indra, serta Kepala Kesbangpol Wawan Sudiharjo sangat mendukung kegiatan binlat ini.
Di hadapan para peserta, Kapolres Kediri menekankan bahwa pembentukan karakter tidak bisa dilepaskan dari lingkungan pergaulan dan nilai kebangsaan yang ditanamkan sejak dini. “Dengan siapa kita berkumpul akan sangat memengaruhi masa depan. Lingkungan yang baik akan membentuk pola pikir, sikap, dan karakter yang baik pula,” ujar AKBP Bramastyo.
“Program penguatan jati diri bangsa ini akan terus dikembangkan diseluruh wilayah Jawa timur bekerja sama dengan instansi Polri Polda Jawa timur bagi generasi muda dan pelajar” ungkap Ketua DPW PIPJATBANG Jawa timur Udang Lisyanto S.Pd.
Apresiasi juga disampaikan pihak pengelola Situs Ndalem Pojok. Ketua Pengelola Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, R.M., W.T. Suhardono, S.E., menyambut baik kehadiran Kapolres Kediri dan jajaran pemerintah dalam kegiatan tersebut. “Kehadiran Polres Kediri menjadi energi positif bagi peserta. Kami berharap nilai-nilai perjuangan Bung Karno yang lahir dari tempat ini bisa terus hidup dan menginspirasi generasi muda,” ungkap Suhardono.






