
Kota Mojokerto, 29 April 2026
Kapolres Kota Mojokerto AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H di tempat kerja menerima kunjungan kerja dari Ketua Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara yang berpusat di Situs Persada Sukarno Pojok, Wates, Kediri. Rombongan kunjungan dipimpin oleh ketua pesantren R. M. W. T. Suhardono, SE. yang didampingi oleh R. M. W. T. Kushartono S.M selaku Ketua Cagar Budaya Situs Persada Sukarno sekaligus SekJen DPP Perkumpulan Instuktur Penggiat Jati Diri Bangsa (Pipjatbang), Budiono wakil ketua Pipjatbang Provinsi Jawa Timur dan Iptu Leonardos SPN Polda Jawa Timur.
Kunjungan ini bersifat kekeluargaan yang bertujuan untuk mengenalkan Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia beserta kegiatan yang telah dijalankan. Kegiatan pesantren yang sudah berjalan bekerja sama dengan Mabes Polri wilayah Polda Jawa Timur, berupa Penguatan karakter jati diri bangsa untuk anak pelajar dan masyarakat. Kerja sama yang terjalin diantaranya didukung oleh Polres kota Kediri, kabupaten Kediri, kabupaten Blitar, kabupaten Tulungagung, kabupaten Trenggalek, kabupaten Jombang.

Dalam kunjungannya Suhardono menyampaikan sudah saatnya diperkuat generasi bangsa. Generasi yang kuat tangguh dalam sudut pandang generasi bangsa yang peduli dengan bangsa Negara dan tanah air Indonesia, generasi yang kuat rasa cinta tanah air dan kuat jati diri bangsanya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menyiapkan generasi yang baik. Hadirnya pesantren jati diri bangsa bisa memberikan penguatan jati diri bangsa, dengan bekerja sama dengan dunia pendidikan formal, Polri maka akan menjadi langkah bersama untuk menata bersama menuju Indonesia emas 2045.
Sebagai tanda tali asih yang diberikan pengurus Pesantren ke Kapolres kota Mojokerto disampaikan buku yang berjudul Rekunstruksi Nasionalisme Jati Diri Bangsa Merajut Nusasntara untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia. Buku ini disusun oleh Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H. Buku setebal 244 halaman dilengkapi sambutan Kapolri Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dengan penjelasan kalimat “Dalam buku ini, penyusun berhasil menjelaskan berbagai bentuk ancaman bangsa dan negara Indonesia, mulai dari intoleransi, politik identitas, radikalisme, terorisme hingga proxy war, konsep ketahanan nasional, pentingnya nasionalisme, dan cinta tanah air serta merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Herdiawan Arifianto sangat senang atas kunjungan dan informasi kegiatan Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara, sekaligus berterima kasih atas buku Rekunstruksi Nasionalisme Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara tersebut.
Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Suhardono berharap ada bentuk tindak lanjut dukungan instansi Polres Kota Mojokerto untuk melaksanakan kegiatan pendidikan bagi pelajar dan masyarakat yang menjadi area tanggung jawab Kapolres Kota Mojokerto. Pesantren Jati Diri Bangsa berbeda dari lembaga pendidikan pada umumnya karena memiliki karakteristik sebagai berikut: Inklusivitas: Peserta didiknya (santri) terbuka untuk pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu). Kurikulum: Fokus utama pendidikan adalah pembangunan karakter, nasionalisme, dan “manunggalnya keimanan dengan kemanusiaan”. Tujuan: Melindungi bangsa dari ancaman non-fisik seperti intoleransi, hoaks, dan proxy war melalui penguatan jati diri bangsa, tutur Suhardono.






