
Gresik – Liputan Warta Jatim Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan telah mengunjungi Kampung Bandeng di Desa Nelayan Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, pada hari Selasa (27/1/2026).
sebagai bagian dari upaya penguatan sektor budidaya perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Kunjungan Menko Bidang Pangan di Kabupaten Gresik didampingi oleh Dirjen Perikanan Budidaya, Deputi Sumber Daya Maritim, Deputi Tata Niaga Pangan,
Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Saka (PGN Saka), Anggota DPRD Gresik dan Jajaran Pemerintah Daerah bertempat di Lokasi Budidaya Tambak Ikan Bandeng. Desa Pangkahwetan merupakan Kampung Budidaya dan Desa Nelayan.
Dalam Kunjungan ini, di lahan tambak ini selain melakukan panen Ikan Bandeng, juga membagikan sebanyak 300.000 benih Ikan Bandeng kepada para pembudidaya di desa tersebut.
Dalam dialog ini, yang dihadiri para pelaku usaha perikanan budidaya, Menko Bidang Pangan menyatakan bahwa Pemerintah terus mendorong pengembangan ekonomi
masyarakat melalui fasilitasi bantuan perintah berupa sarana produksi perikanan.
“Saat ini Kita juga membangun Koperasi Desa Merah Putih sebagai lembaga ekonomi dari desa untuk desa dan memperkuat ketahanan dan swasembada pangan termasuk dari protein ikan” sambungnya.
Untuk Lokasi kedua yang dalam dikunjungi adalah Balai Desa Pangkahwetan untuk menyaksikan pameran UMKM milik warga dengan produk Otak-otak Bandeng, Bandeng Asap,
Bandeng Tanpa Duri, Kerupuk Ikan. Dalam Pertemuan di Balai Desa ini telah dihadiri oleh sekitar 200 warga baik aparat desa, ibu-ibu PKK, pengurus dan anggota koperasi Desa Merah Putih.
Selain itu, melihat dan mencicipi produk UMKM dan memantau Koperasi Desa Merah Putih yang sudah beroperasi. Pada kesempatan tersebut Bapak menko Pangan membagikan 200 an paket sembako kepada warga.
Kabupaten Gresik sendiri merupakan salah satu sentra utama produksi ikan bandeng nasional. Pada tahun 2024, volume produksi bandeng di Gresik tercatat mencapai 90.416 ton, setara 55 persen dari total produksi Jawa Timur dan sekitar 11 persen dari produksi nasional
Desa Pangkahwetan telah ditetapkan sebagai Kampung Bandeng oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64 Tahun 2021. Desa ini memiliki luas tambak operasional sekitar 378 hektare dengan jumlah pembudidaya sebanyak 613 orang serta melibatkan tenaga lepas harian mencapai 2.456 orang.
Sebagian besar usaha budidaya perikanan di wilayah ini masih dilakukan secara tradisional dan bersifat polikultur, dengan komoditas utama meliputi bandeng, udang vaname, udang windu, ikan nila, dan ikan tawes.
Produksi budidaya perikanan Desa Pangkahwetan sekitar 20-25 ribu ton/tahun.
Ikan bandeng telah menjadi bagian dari identitas Kabupaten Gresik dan dibudidayakan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Diharapkan sektor budidaya perikanan bisa semakin berkembang tiap tahunnya serta berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Gresik.
Red





