Surabaya – Liputan Warta Jatim, KPPM (Komite Perekaat Persaudaraan Maluku) Jawa Timur Menggelar Pelantikan di Hotel Kyrie jalan Ciliwung No. 08.Surabaya Sabtu (17/1/26)
Tujuan dari Komite ini dibentuk di Jawa Timur adalah untuk mempererat semangat persaudaraan yang rukun dan harmonis diantara orang-orang Maluku di Perantauan. Frans Huwae, Ketua Umum KPPM 2025-2030, mengatakan pelantikan ini adalah untuk memberikan wadah bagi orang-orang Maluku untuk memperkuat semangat Pattimura dan meneruskannya dalam setiap langkah bagi kemaslahatan warga yang ada di seluruh Jawa Timur.
Dengan penuh hikmat dan kerukunan pelantikan ini juga dihadiri oleh Gubernur Maluku dan Gubernur Jawa Timur ini masih dan tetap berjalan lancar dan penuh hikmat yang memberikan perasaan kebersamaan pela gandong antar warga Maluku Muslim dan Kristen terus bersatu dalam ikatan persaudaraan yang kental.

Ajang ini juga dihadiri oleh Prof. Dr Paul Tahalele, Prof Hatane , Prof Burhan memberikan kekuatan yang manis bagi setiap insan yang hadir, yang hadir pun dengan penuh suka cita penuh syukur kepada Tuhan yang Maha kuasa.
Dalam prosesi acara ini didahului dengan perarakan Tari Lenso oleh para penari muda Maluku sebagai bentuk apresiasi bagi tamu yang datang. Suasana semakin mantap dengan bacaan Surat Cinta dari Bang Basri Latuconsina diiringi dengan lagu Gandonge membuat semua orang terhanyut dalam semangat anak Maluku yang ada di rantau.
Acara semakin meriah dengan lomba makan papeda yang diadakan secara cepat. Papeda adalah makanan khas yang berasal dari sagu yang di proses seperti bubur dan ditemani oleh kua colo-colo ikan cakalang yang biasanya diberikan kepada 5 orang atau lebih.
Kebersamaan dan keberhasilan juga boleh ditentukan semangat perekat saudara.
Prof Paul Tahalele sebagai pembina KPPM, mengatakan, pelantikan dewan pengurus KPPM Jawa Timur ini dapat mempererat persaudaraan Maluku memperkokoh kontribusi untuk Jawa Timur dan Indonesia.
“Menceritakan bangsa Maluku berasal dari 3 suku Melanesia, Austronesia dan Papua. Melanesia ini sama seperti dari suku di kepulauan Hawaii. Dan kemudian datang Portugis, Belanda dan Arab Tionghoa. Maluku berasal dari kata Kie dan Raha( tanah raja2 kecil). Tetapi orang Arab Maluku adalah jazirah al muluk. Karena dia terdiri raja-raja kecil berasal di pulau-pulau Jailolo, Tarnate, tiddore dan Bacau”.
Kenapa Maluku ada rempah2, ribuan kepulauan indah, dan budaya unik mulai dari musik, tarian dan seni. Sebagai contoh tarian cakalele, tarian saureka (menampilkan 6 gadis cantik), tarian poloneis (untuk acara kawinan)
Pahlawan Pattimura adalah yang membebaskan kita dari penjajahan dibantu oleh pejuang lain sebagai pejuang Antone Rebhok, Philip latumahina, Ulupaha, Melchior Tasalauia dan Martha Kristina Tiahahhu. Kepemimpinan dan kecerdikan pemersatu dengan semboyan lawa mena haulala lebih baik mati daripada menyerah.
“Maluku saat ini diurutan ke 33 termiskin, Pendidikan diurut ke 33 dari 38 provinsi yang ada di Indonesia. Meneladani Pattimura, kita harus keluar kemiskinan dan memiliki pendidikan. Membangun Maluku dan menyediakan masakan bagi warga maluku harus di galakan oleh semua jajaran mulai dari gubernur sampai ke jajaran yang dibawah, “kata Profesor yang sudah melalang buana di bidang bedah jantung di Indonesia.
Acara selanjutnya adalah makan papeda tanpa sendok dan garpu. Ajang ini juga di datangi oleh Bapak Bisri Latuconsina dari perwakilan DPD Maluku dan Ibu Lia Istifhama perwakilan DPD Jawa Timur. Mereka berdua sangat enjoy dengan lomba makan papeda.
Menurut Bisri Latuconsina, dengan adanya KPPM ini sebenarnya dapat memperkuat tali persaudaraan dan silahturahmi dengan sesama orang Maluku dan ini harus terus dipertahankan agar dapat menjadi lestari sepanjang masa.
“Dengan adanya KPPM ini maka semangat persaudaraan dan persahabatan untuk terus bergerak bersama dalam memajukan Maluku ke arah yang lebih baik di perantauan kelak kedepan di Maluku sendiri yang kaya dengan ciri khas budaya, “katanya.
Sementara dari Lia sangat senang mengikuti lomba makan papeda cepat dan Ia sangat menyukai orang Maluku karena pandai menyanyi.
“Wah keren hari saya sangat senang dengan pertemuan hari ini. Lebih-lebih orang Maluku senang menyanyi, “lugasnya.
Sementara Mama Evi, pemilik hotel Kyrie, bilang sangat senang dengan adanya acara Maluku di tempatnya. “Ini menandakan Maluku ada di hati selalu, serta hotel saya dapat dipakai oleh orang Maluku. Ini menandakan saya juga bagian dari orang Maluku”, ucapnya.
(red/rendr).






