GRESIK, — Liputan Warta Jatim, Terkait wacana program permakanan lansia menjadi program MBG (Makan Bergizi Gratis) lansia yang akan dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pasalnya, program permakanan lansia tersebut yang dikerjakan oleh kelompok masyarakat (Pokmas) yang sudah berjalan selama 4 tahun ini, berjuang merintis program tersebut dari nol semenjak tahun 2022.
Paguyuban Pokmas Kab. Gresik mendesak agar program permakanan lansia kembali dikelola secara swakelola oleh Pokmas, bukan total diserahkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), guna memberdayakan juru masak lokal.

Ketua Paguyuban Pokmas Kab. Gresik Saiful Anfiro, menyayangkan keputusan pemerintah menihilkan peran para pengurus pokmas dan juru masak yang selama 4 tahun terakhir memperjuangkan dan menyukseskan program tersebut.
Dirinya menyebut, bila pengelolaan pokmas diserahkan total kepada SPPG, dan hanya menyisakan kurir pengantar *dan care giver (perawat lansia)* sebagai pihak yang dilibatkan. Terdapat belasan ribu ibu-ibu rumah tangga, yang akan berhenti menjadi juru masak dan menganggur.
“Yth. Bapak Presiden RI Prabowo, Bapak Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Ipul, kami atas nama Paguyuban Pokmas Kab. Gresik menyampaikan agar program Permakanan Lansia tetap berlanjut melalui pengelolaan Pokmas,” ucap Saiful Anfiro kepada awak media, Rabu (11/3/26).
Lebih lanjut, Saiful berharap agar MBG lansia dan penyandang disabilitas dikelola oleh Kementerian Sosial, dengan melibatkan Pokmas sebagai pelaksana program.
“Lansia dan penyandang disabilitas merupakan kelompok rentan. Perjalanan selama 4 tahun Pokmas menjadi pelaksana, belum pernah sekalipun terjadi kasus keracunan dan makanan yang disajikan tidak layak dalam program permakanan,” terangnya.
Oleh karena itu, kami berharap program permakanan yang bertransformasi menjadi MBG lansia di tahun 2026 ini, dalam pelaksanaannya kembali dikelola oleh Pokmas Seluruh Indonesia.
“Soko Wargo, Kanggo Wargo, Kembalikan Permakanan Lansia ke Pokmas demi Kesejahteraan yang Lebih Nyata”
“Satu Piring Nasi, Sejuta Peduli. Pertahankan Permakanan Lansia di Pokmas!”
Red





