SURABAYA – Liputan Warta Jatim, Semangat gotong royong dan kesadaran tinggi akan pentingnya kemandirian pangan terlihat nyata dari persiapan warga RT 04 RW 10 Kelurahan Ngagel Rejo, Kota Surabaya. Mereka tengah mematangkan kesiapan untuk tampil dalam Lomba Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan atau yang dikenal sebagai Lomba MAKAN KETAN tingkat Kota Surabaya tahun 2026.
Proses persiapan pembuatan media tanam berlangsung penuh antusiasme. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah Ngagel Rejo, Mochammad Imsak, S.Sos., yang didampingi Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Perekonomian, Lilis Purwanti, STP. Turut hadir dan terlibat aktif perwakilan kader PKK RW di lingkungan kelurahan.

Secara resmi, Dasa Wisma Gang 1 G Ngagel Dadi ditunjuk untuk membawa nama dan mewakili Kelurahan Ngagel Rejo dalam ajang bergengsi ini. Penunjukan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan disaksikan oleh Budi Haryoso, S.Pd., yang kebetulan Pembina Tani Merdeka Indonesia DPD Surabaya.
Kegiatan ini digelar dengan tujuan utama menggerakkan dan meningkatkan partisipasi seluruh keluarga, khususnya anggota PKK yang tergabung dalam wadah Dasa Wisma, untuk mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan penerapan konsep AKU HATINYA PKK, yaitu Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini berfungsi sebagai sarana edukasi, pembinaan, evaluasi, serta bentuk apresiasi terhadap keberhasilan keluarga dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui pengelolaan pekarangan yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Penilaian dalam lomba ini menerapkan indikator yang terukur dan komprehensif, meliputi:
1. Keanekaragaman Komoditas Pangan (20%): Menyediakan minimal 10 jenis komoditas pangan pekarangan yang beragam (sayuran, buah, umbi, TOGA, rempah, hingga protein), tumbuh subur dan dimanfaatkan sepenuhnya.
2. Kondisi dan Produktivitas Tanaman Cabai serta Terong (15%): Menilai pertumbuhan tanaman yang kuat, daun segar, buah lebat dan berkualitas prima, serta bebas dari serangan hama dan penyakit.
3. Produktivitas dan Keberlanjutan (15%): Menjamin panen berkesinambungan, hasil yang memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.
4. Inovasi dan Ramah Lingkungan (10%): Menghadirkan terobosan kreatif dalam budidaya yang ramah lingkungan dan dapat dijadikan teladan warga lain.
5. Kebersihan, Kerapian, dan Estetika (10%): Mewujudkan pekarangan yang bersih, tertata rapi, indah dan nyaman dipandang.
6. Partisipasi Keluarga dan Pemberdayaan (10%): Melibatkan seluruh anggota keluarga secara aktif dan menjadikan kegiatan ini sarana edukasi lingkungan.
7. Administrasi dan Dokumentasi (5%): Melengkapi pencatatan dan laporan kegiatan secara rapi serta diperbarui secara berkala.
Dalam bincang santai yang berlangsung hangat, Lurah Ngagel Rejo menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh pemerintah kelurahan terhadap semangat warga. Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat mengaku sangat menyambut baik dan merasa bangga dengan terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, namun sekaligus memperkokoh persaudaraan dan semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pemanfaatan lahan sempit di lingkungan pemukiman dapat bertransformasi menjadi aset berharga bagi kemandirian pangan keluarga yang tangguh.
RED






