
Malang – Liputan Warta Jatim suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Cafe KHACE Khatulistiwa Center, Malang. Berlokasi di tengah hamparan sawah yang asri dengan hembusan angin sejuk, tempat yang indah ini menjadi saksi temu kangen para alumni Seni Rupa Universitas Malang angkatan 1968. Acara yang dikemas mewah namun tetap santai ini menjadi ajang merajut kembali tali persaudaraan yang telah terjalin puluhan tahun lamanya.Rabu(10/06/2026)
Di tengah kebersamaan, para alumni saling bercerita, berbagi kabar tentang kesehatan, memamerkan karya masing-masing, dan mengungkapkan rasa syukur atas pertemuan yang dianggap tak ternilai harganya. Sebagai lulusan seni rupa, mereka telah melahirkan beragam karya luar biasa, mulai dari seni lukis, tari, hingga musik yang mengharumkan nama almamater.
Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Bapak Bagus, seorang pelukis yang karyanya tak perlu diragukan lagi. Ratusan karya telah ia torehkan di atas kanvas, membuktikan dedikasi dan bakatnya yang mendalam. Tak kalah mengagumkan adalah Bu Andri Duana, yang dikenal dengan gaya lukisan antiknya yang unik. Ia menciptakan karya bernilai tinggi dari bahan-bahan tak terduga, seperti cangkang telur dan potongan kain yang dirangkai dengan indah. Karyanya bahkan sering dipesan oleh pejabat dan tokoh-tokoh terkenal.
Selain itu, hadir pula Yon Wahyono, seniman asli Malang dengan aliran seni abstrak. Karyanya tidak menggambarkan kehidupan nyata secara harfiah, namun memainkan perpaduan warna dan goresan tangan yang menciptakan keindahan yang memukau.

Acara semakin meriah dengan penampilan tari dari para alumni yang meski telah berusia 68 tahun, tetap tampil penuh semangat dan energi. Puncaknya, diselenggarakan pameran tunggal karya Bapak Bagus yang menambah kemeriahan dan kekayaan acara tersebut.
Di sela-sela kegiatan, awak media mewawancarai Ketua Panitia, Bapak Ponari. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa acara ini turut dimeriahkan dengan perayaan ulang tahun salah seorang alumni dan pemilik Cafe KHACE Khatulistiwa, Yuda Wudita, yang tak lain adalah putra dari pelukis Bapak Bagus.
“Kami berharap reuni seperti ini dapat terus diselenggarakan sebagai sarana silaturahmi dan saling memperhatikan kesehatan antar sesama alumni. Dengan pertemuan seperti ini nantinya, diharapkan anak-anak kita atau generasi penerus dapat melihat karya seni yang sangat dikagumi banyak orang. Baik mereka yang seusia kami, maupun generasi milenial, diharapkan bisa tertarik melestarikan seni yang mulai tergerus dan hampir langka ini, karena kalah dengan perubahan zaman yang serba digital saat ini,” ujarnya.
Suhariyanto





