Sikap Sekda Jember Mendadak Sejalan dengan Seruan Pendukung Fawait-Djoko

 

JEMBER – LIPUTAN WARTA JATIM II Lama tak terdengar kabarnya semenjak kasus dugaan korupsi billboard, Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Hadi Sasmito secara mendadak tampil ke permukaan. Dia membuat statemen ke media massa pada Selasa, 15 Oktober 2024.

Hadi bukannya bicara tentang perkara yang sedang membelitnya, tapi justru soal pembekuan realisasi seluruh jenis program bantuan sosial. Termasuk diantaranya jaring pengaman untuk warga miskin maupun honorarium bagi puluhan ribu guru ngaji.

Kontroversi pun tidak terelakkan. Pasalnya, Hadi melakukannya hanya selang beberapa hari dari penyegelan 10 billboard sebagai barang bukti penyidikan.

Disamping, pernyataan Hadi juga meluncur bukan di waktu sebelum tapi justru ketika tengah-tengah masa kampanye berlangsung. Apalagi, subtansi yang diutarakan Hadi sejalan dengan seruan kubu pendukung pasangan calon nomor 02 Muhammad Fawait – Djoko Susanto (Fawait-Djoko).

Baca Juga :  Lapas Banyuwangi Ikuti Apel Bersama Awal Tahun 2025 Jajaran Kemenko Hukum, HAM dan Imipas

Hadi menyebut, alasan demi netralitas dirinya sudah mengundang rapat sejumlah pejabat untuk menjelaskan tentang penghentian realisasi berbagai bantuan sosial.

“Di dalamnya ada kegiatan sosial, pemberian bantuan ke masyarakat, seperti honor guru ngaji dan lainnya. Intinya, program kemasyarakatan harus dihentikan sementara sekaligus ini menjadi bagian netralitas ASN selama Pilkada,” ucap Hadi.

Sikap Hadi menunda pencairan bantuan sosial itu menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Bahkan ada dugaan dilatarbelakangi paksaan oleh pihak tertentu.

Mengingat, sejalan dengan desakan dari sosok pendukung Fawait-Djoko, yakni Kustiono Musri yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Cinta Jember sebelumnya menyatakan sikap gerakan ‘Save APBD 2024’.

Di dalam suratnya, Kustiono menuntut penundaan bantuan sosial baik tunai maupun non tunai, beasiswa pelajar, honor guru ngaji, bantuan peralatan kerja, rehabilitasi tempat ibadah dan semua belanja barang untuk diberikan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Anna Reynhard Resmikan Galeri Osing Jeruji Lapas Banyuwangi

“Jadi, itu memang benar keinginan kami bahwa bansos itu harus ditunda. Kami berpandangan momentum penyaluran bansos itu ketika Pilkada akan sangat rawan untuk di politisir. Terutama oleh kepentingan petahana,” ucapnya.

Artikel yang Direkomendasikan

*Pastikan Kamtibmas Kondusif, Polisi RW Polres Batu Masifkan Sambang Warga Pasca Hitung Suara Pilkada* BATU – Pasca pemungutan dan hitung suara Pilkada 2024, Polres Batu Polda Jatim terus berupaya memelihara kamtibmas (Harkamtibmas). Salah satu langkah yang dilaksanakan adalah upaya Cooling System melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Kali ini, untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif pasca pemungutan suara Pilkada Kota Batu 2024 tersebut Polres Batu Polda Jatim memaksimalkan fungsi Polisi RW dan Bhabinkantibmas untuk rutin sambang warga. Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranatha mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan masyarakat, sebagai upaya Cooling System menjaga agar kondisi Kamtibmas tetap terpelihara. “Untuk Harkamtibmas, saya menginstruksikan agar Polisi RW berperan aktif membantu Bhabinkamtibmas untuk memelihara keamanan di tingkat desa dengan terus melakukan giat sambang warga,” ujar AKBP Andi Yudha, Sabtu (30/11). Menurut AKBP Andi Yudha, kegiatan sambang warga di desa – desa ini sudah dilakukan saat program Polisi RW secara resmi diluncurkan oleh Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranatha beberapa waktu yang lalu. Polisi RW diharapkan dapat bekerja sama dengan ketua RW setempat, perangkat desa, serta masyarakat guna melakukan dialog langsung dan mempererat komunikasi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama setelah pelaksanaan Pilkada. Hal itu lanjut AKBP Andi Yudha untuk memperkuat pengamanan di tingkat paling bawah, yaitu di tingkat RW. “Tugas utama Polisi RW adalah menjaga dan meningkatkan keamanan dengan mendekatkan diri kepada masyarakat dimulai dari tingkat bawah,” terang AKBP Andi Yudha. Ia berharap Polisi RW dapat bekerjasama dengan Kapolsek, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk menjaga agar setiap masalah Kamtibmas bisa ditangani dengan cepat. “Alhamdulillah, Pilkada 2024 yang memilih Walikota dan Wakil Walikota berjalan lancar, aman dan kondusif,” pungkasnya. (*)