Jakarta – Liputan Warta Jatim, Dalam upaya memastikan transparansi dan akuntabilitas publik, Satgas Cs-137 memberikan keterangan resmi terkait kunjungan diplomasi bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat. Delegasi Satgas Cs-137 melakukan kunjungan ke Washington DC, Amerika Serikat, pada 4–7 November 2025 untuk mengadakan pertemuan penting dengan U.S. Food and Drug Administration (FDA), U.S. Customs and Border Protection (CBP), serta U.S. Depa
Delegasi Satgas Cs-137
Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, dengan anggota delegasi meliputi:
. Syaiful Bakhri, Ketua Organisasi Riset Tenaga Nuklir (BRIN)
. Sabbat Christian Jannes, Asdep Keamanan Mutu Pangan dan Gizi, Kemenko Pangan
. Didik Joko Pursito, Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan, BPOM
.Mukhlisin, Direktur Pengaturan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, BAPETEN
.Fitry Fatima (BPOM)
.M. Aji Purbayu (KKP)
Dalam kegiatan ini, Satgas juga didampingi oleh Atase Perdagangan, Ranitya Kusumadewi, dan Atase Pertanian, Danang Budi Santoso.
Agenda Pertemuan
Pertemuan dibagi menjadi dua sesi utama:
1. High Level Officials Meeting – Fokus pada dialog strategis dengan FDA, CBP, dan DoE
2. Technical Level Meeting – Membahas secara rinci penanganan kontaminasi Cs-137, termasuk root cause analysis, corrective actions, dan preventive measures.
Meskipun Satgas Cs-137 tidak dapat membocorkan rincian pertemuan dengan FDA karena prinsip kerahasiaan, delegasi telah menyampaikan laporan sementara (interim report) dan menjelaskan kemajuan investigasi secara transparan kepada otoritas AS. Pertemuan berjalan lancar dan menghasilkan tawaran kerjasama teknis dari U.S. DoE serta informasi tambahan dari CBP untuk memperkuat penanganan kontaminasi Cs-137 secara komprehensif.
Pertemuan dengan American Nuclear Society dan Pelaku Usaha AS
Selain pertemuan resmi dengan otoritas, delegasi juga bertemu dengan American Nuclear Society (ANS) dan pelaku usaha AS, termasuk Walmart, National Fisheries Institute (NFI), American Spice Trade Association (ASTA), dan McCormick, importir rempah Indonesia.
ANS menekankan pentingnya transparansi data terkait dekontaminasi, analisis kontaminasi, dan langkah mitigasi. Indonesia juga menerima proposal kerjasama teknis untuk peningkatan kapasitas peralatan dan pelatihan.
Walmart menyatakan kesediaan berkolaborasi dalam pemulihan pasar dan reputasi produk Indonesia, dengan prioritas utama pada food safety.
NFI, ASTA, dan McCormick mendukung upaya Satgas agar produk udang dan rempah yang terkena import alert dapat kembali diekspor ke AS, termasuk kesepakatan kampanye positif kepada konsumen.
Satgas juga mengajak importir dan asosiasi di AS untuk terhubung dengan asosiasi sejenis di Indonesia, memperkuat diplomasi dan kampanye positif.
Temuan Kontaminasi Cs-137 pada Produk Alas Kaki
Delegasi menerima informasi adanya kontaminasi Cs-137 pada produk alas kaki yang diekspor ke AS. Dua kontainer suspect telah dikembalikan ke Indonesia:
Kontainer pertama sudah tiba sebulan lalu, belum diperiksa.
Kontainer kedua tiba pada 29 Oktober 2025 dan diperiksa oleh BAPETEN pada 30 Oktober 2025. Hasil uji permukaan tidak ditemukan kontaminasi, sehingga aman disimpan, namun uji laboratorium lebih lanjut oleh BRIN akan dilakukan.
Semua fasilitas industri yang pernah terkontaminasi, termasuk Charoen Pokphand, telah selesai dekontaminasi dan dinyatakan clean and clear. Satgas mengingatkan agar informasi tidak diverifikasi atau berbeda dari keterangan resmi tidak disebarluaskan.
Kunjungan ke AS menegaskan komitmen Indonesia dalam memastikan keamanan pangan, transparansi, dan pemulihan reputasi produk di pasar global. Kolaborasi dengan otoritas AS, pelaku usaha, dan asosiasi internasional menjadi langkah strategis untuk menanggulangi kontaminasi Cs-137 dan menjaga kepercayaan konsumen
Ariesto Pramitho Ajie
Kaperwil Jabodetabek





