Polri Telah Geledah Yang Di Rumah Sentul Dan Menyita 74 Kilogram Emas Dan Ratusan Miliar 

Sentul. Polisi telah menyita 74 kilogram emas dan ratusan miliar rupiah dari sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.

 

Barang bukti itu diduga yang terkait tiga kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

 

“Benar. Dari hasil penggeledahan di suatu rumah di Sentul. Emasnya 74 kg. (Uang) perkiraan ratusan miliar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026) dini hari.

 

Pada di Rumah di Sentul yanv merupakan satu dari 12 lokasi yang digeledah oleh penyidik dalam pengusutan tiga perkara, yakni dugaan korupsi penanganan blackout batu bara PLN, dugaan korupsi pengelolaan PT Asabri periode 2020-2025, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada 2020-2025.

 

Tim Penyidik juga sedang mendalami dugaan suap, gratifikasi, dan TPPU yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Baca Juga :  Kisah Cerita Roy Seorang Alhi Kunci Berhasil Bongkar Brankas Di Sentul

 

Selain rumah di Sentul, tim juga penggeledahan dilakukan di sejumlah kantor perusahaan, rumah, apartemen, hingga tempat usaha di Jakarta, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor.

 

Dua lokasi yang lebih dulu selesai digeledah yakni kafe de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan, serta Koin Money Changer di Cipete Selatan.

 

Sementara itu, penyidik juga menggeledah PT CBS di Cengkareng Timur, kantor pusat PT CBS di Penjaringan, PT KNI di Petojo Selatan, rumah berinisial MN di Serpong Utara, rumah berinisial TK di Mega Kuningan, kantor Grup DMG/CP di Kuningan, PT PML di Karet Kuningan, rumah berinisial DR di Gandaria Selatan, apartemen milik perempuan berinisial MILDK di Pacific Place, serta rumah di Sentul.

 

Selanjutnya, Budi telah mengatakan bahwa seluruh dokumen dan barang yang disita masih diteliti untuk kepentingan penyidikan.

Baca Juga :  Rumah Jaksa Agung Muda Febrie Adriansyah Di Jaga ketat Oleh TNI

 

“Yang pertama terkait beberapa dokumen ini masih dilakukan kajian penelaahan,” terangnya.

 

Selain itu, Dia menambahkan tim penyidik masih mengembangkan penyidikan berdasarkan temuan di setiap lokasi.

 

“Begitu juga dengan beberapa TKP lain ditemukan beberapa dokumen, ini masih kita terus kumpulkan informasi dan ada pengembangan dari beberapa titik tadi yang dilakukan penggeledahan,” ujarnya.

 

Budi memastikan seluruh proses penggeledahan dan penyitaan dilakukan sesuai prosedur. “Penggeledahan ini sudah melalui SOP, ada saksi yang menyaksikan langsung pada saat proses penggeledahan dilakukan,” pungkasnya.

Artikel yang Direkomendasikan