Polisi Amankan Dua Pemuda Mabuk Diduga Bikin Onar di Tulungagung

TULUNGAGUNG. Liputan Warta Jatim. Dua orang pemuda yang mabuk miras di pinggir jalan wilayah Kecamatan Karangrejo dengan berteriak-teriak, akhirnya diamankan Polisi.

Keduanya digiring ke Mapolsek Karangrejo oleh personel Polsek Karangrejo Polres Tulungagung yang saat itu sedang patroli.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi melalui Kasihumas Ipda Nanang saat dikomfirmasi awak media.

“Benar, ada Dua pemuda yang diamankan anggota Polsek Karangrejo karena diduga mabuk miras dan meresahkan warga, apa lagi ini bulan Ramadhan,” ujar Ipda Nanang, Kamis (6/3).

Kasihumas Polres Tulungagung menjelaskan, dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan jajaran Polres Tulungagung Polda Jatim melakukan patroli dan cipta kondisi.

Baca Juga :  *Polres Mojokerto Amankan 3 Orang Matel yang Rampas Pajero di Sooko* MOJOKERTO – Polres Mojokerto Polda Jatim akhirnya berhasil menangkap 3 orang Debt Collector atau sering disebut Matel ( mata elang) yang merampas mobil Mitsubishi Pajero Sport dan mengancam korban. Tiga tersangka itu adalah JA (32) warga Sidoarjo, ditangkap di Perumahan Magersari Permai, RW (51) warga Kenjeran Surabaya, ditangkap di Perumahan Istana Residence,Tulangan dan MM (43) warga Wonocolo, Surabaya ditangkap di Desa Wage,Taman, Sidoarjo. Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, menjelaskan penangkapan 3 orang Debt Collector ini dilakukan setelah adanya laporan mengenai aksi kejahatan perampasan kendaraan bermotor. "Setelah kami lakukan penyelidikan, kami lakukan penangkapan terhadap 3 terduga pelaku yang kini sudah kami tetapkan tersangka," kata AKP Aldhino, Senin (2/3/26). Ia menerangkan, berdasarkan pemeriksaan saksi dan analisa rekaman CCTV, Polisi mengidentifikasi Empat pelaku. Tiga orang yang diduga komplotan Debt Collector tersebut berhasil diamankan pada 26 Januari 2026 di wilayah Sidoarjo dan Surabaya, sementara satu pelaku lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO). "Diduga pelaku ada 4 orang, yang kini 1 orang masih dalam pengejaran,"kata AKP Aldhino. Ia menerangkan peristiwa perampasan terjadi saat korban diberhentikan oleh para pelaku yang mengaku dari perusahaan pembiayaan (Finance), di Dusun Mengelo Selatan, Desa Mengelo, Kecamatan Sooko pada Senin, 15 September 2025. Pelaku kemudian memaksa korban keluar dari posisi kemudi, mengambil alih kendaraan, mengancam korban, serta membawa kabur mobil tersebut. Kendaraan tersebut selanjutnya dijual seharga Rp80 juta dan hasilnya dibagi rata. Para pelaku dijerat Pasal 482 ayat (1) dan Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara. Kasat Reskrim Polres Mojokerto mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai debt collector tanpa dilengkapi surat tugas resmi dan putusan pengadilan. “Kami mengingatkan kepada masyarakat, apabila ada pihak yang melakukan penarikan kendaraan secara paksa di jalan, segera tolak dan laporkan ke pihak kepolisian terdekat atau melalui layanan 110," kata AKP Aldhino. Ia menegaskan, setiap tindakan pemaksaan, ancaman, maupun perampasan adalah tindak pidana dan akan ditindak tegas. (*)

“Dalam patroli tersebut, personil menerima laporan warga adanya pemuda yang sedang mabuk dan membuat onar,” tambah Ipda Nanang.

Mendapat laporan warga, sekitar pukul 22.30 Wib, Kanit Reskrim Polsek Karangrejo bersama Kanit Samapta Aiptu Lukman Sahara, Bripka Ismadi dan Bripka Dwi Narko menuju lokasi.

“Sesampainya dijalan umum masuk Desa Karangrejo tim mengetahui 2 (dua) orang pemuda yang sedang minum minuman keras beralkohol di pinggir jalan dengan berteriak-teriak sehingga mengganggu ketertiban umum,” sambungnya.

Selanjutnya kedua pelaku berikut barang bukti dibawa ke Kantor Polsek Karangrejo untuk proses Penyidikan.

“Dari kedua orang tersebut turut diamankan 1 (satu) botol minuman keras jenis Anggur merah, 2 (dua) botol minuman keras jenis Bir Bintang dan 1 (satu) buah gelas kaca kecil,” pungkas Nanang.

Baca Juga :  Antok Pemutilasi Uswatun Ternyata Ketua Pesilat di Tulungagung, Ini Alasan Tersangka Memisahkan Jasad Korban

Darto

Artikel yang Direkomendasikan