Blitar – Liputan Warta Jatim Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polres Blitar Kota menggelar upacara yang berlangsung khidmat di halaman kantor Pemerintah Kota Blitar pada Rabu (01/)7/2026) pukul 08.00 WIB. Upacara diikuti oleh Wakapolres Blitar Kota, Ketua Bhayangkari Cabang Polres Blitar Kota, para Pejabat Utama (PJU) Polres Blitar kota, wakil wali Kota Blitar, Ketua DPRD Kota Blitar, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Blitar, Danyon 511 Blitar, Sekretaris Daerah Kota Blitar, Ketua Pengadilan Negeri Blitar, unsur Forkopimda Kota Blitar, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh personel Polres Blitar Kota. Keterlibatan elemen masyarakat sebagai wujud sinergi Polri bersama seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Pemimpin Cabang Perum BULOG Kantor Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menegaskan komitmen BULOG dalam memperkuat sinergi dengan Polri guna menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di wilayah Blitar Raya. Hal itu disampaikannya usai mengikuti upacara Hari Bhayangkara yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Rabu (1/7/2026).
Di sela acara awak media mewancarai Tamu undangan yg kebetulan Pimpinan Bulog wilayah Blitar Raya dan Tulungagung yaitu Bpk.Yonas menjelaskan, BULOG sangat mendukung akan Polres Blitar atas ketahanan pangan dgn menjalankan program penyaluran jagung SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang diprioritaskan bagi peternak ayam petelur yang tergabung dalam koperasi resmi dan telah memperoleh rekomendasi dari dinas peternakan setempat.
“Secara nasional BULOG menyalurkan sekitar 240 ribu ton jagung. Khusus Jawa Timur mencapai 122 ribu ton, dan sebanyak 83 ribu ton berada di wilayah kerja BULOG Cabang Tulungagung yang meliputi Blitar Raya, Tulungagung, dan Trenggalek. Ini merupakan alokasi terbesar di Indonesia,” ujar Yonas.
Menurutnya, program yang berlangsung hingga akhir tahun tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus bagi peternak ayam petelur di tengah rendahnya harga telur. Dengan tersedianya jagung berharga terjangkau, biaya produksi dapat ditekan sehingga beban operasional para peternak menjadi lebih ringan.

Yonas juga mengungkapkan bahwa keberhasilan program pangan tidak lepas dari kolaborasi erat bersama Polri. Melalui program pembinaan yang dimiliki kepolisian, petani binaan didorong menanam jagung, kemudian hasil panennya diarahkan untuk diserap oleh BULOG sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan nasional.
Selain program jagung, BULOG kembali mengaktifkan penyaluran beras SPHP sebagai langkah mengantisipasi kenaikan harga beras di sejumlah daerah di Jawa Timur. Penyaluran dilakukan melalui gerakan pangan murah bekerja sama dengan pemerintah daerah, serta melibatkan TNI dan Polri sebagai saluran resmi distribusi.
“Kami akan memaksimalkan kembali distribusi melalui Koramil, Polsek, bazar, maupun gerakan pangan murah agar masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau dan lonjakan harga dapat dicegah,” jelasnya.
Terkait penyaluran melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Yonas menjelaskan bahwa mekanisme sebelumnya hanya bersifat khusus. Ke depan, BULOG akan menerapkan sistem Cash Before Delivery (CBD), di mana pemesanan dilakukan lebih dahulu sebelum barang dikirim.
Melalui sinergi antara BULOG, pemerintah daerah, TNI, dan Polri, diharapkan program stabilisasi pangan dapat berjalan semakin efektif, sekaligus memberikan perlindungan bagi petani, peternak, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan di Blitar Raya.
(Suhariyanto)






