Cilacap – Liputan Warta Jatim, Musrenbang Cilacap Selatan RKPD tahun 2027 dipimipin oleh Camat Cilacap Selatan, Agus Wantoso, S.STP., M.Si,dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Rohim dan Wiwik, anggota DPRD, serta perwakilan dari OPD, TNI, Polri, Bappeda, dan masyarakat.(20/01/2026)
Pada kesempatan tersebut, dilakukan paparan dari OPD-OPD, serta usulan dari masyarakat, termasuk perbaikan gedung sekolah yang rusak akibat angin besar dan pembangunan halte di depan sekolah. Aspirasi masyarakat juga disampaikan oleh Forum Anak Cilacap (Foraci), yang meminta agar menambah jam literasi perpustakaan di hari Sabtu dan Minggu, serta penerang di beberapa daerah
Rohim menanggapi dengan berharap agar semua usulan dapat dipertimbangkan dan dijadikan prioritas dalam pembangunan daerah.
Wiwik, yang merupakan anggota Komisi D bidang pendidikan, menyatakan siap mengawal aspirasi masyarakat dan mengusulkan pengadaan laptop untuk 15 PAUD, pelatihan untuk KUB, serta perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
Agus Wantoso menjelaskan saat diwawancarai usai Musrenbang berakhir. “Alhamdulillah hari ini sudah dilaksanakan Musrenbang tingkat Kecamatan dijalani dengan lancar, kami juga menindaklanjuti apa yang sudah menjadi harapanharapan, usulan dan keinginan dari warga masyarakat, khususnya di lima kelurahan. Yang sudah kami laksanakan Musren tingkat kelurahan dan bisa kita himpun permasalahan-permasalahan itu”.

“Yang paling krusial, di lima kelurahan itu yang pertama banjir, banjir itu menjadi issue utamautama di kecamatan cilacap selatanselatan dan sudah kami masukan ke prioritas usulan. Selain banjir juga ada masalah sampah, itu penting sekali. Kemudian ada beberapa titik yang butuh perhatian, khususnya pelayanan masyarakat dibidang kesehatan”.
“Seperti Puskesmas juga ada puskesmas yang kondisinya perlu sentuhan karena tempatnya sangat sempit. Itu menyebabkan masyarakat yang mau berobat merasa kurang nyaman. Lalu ada puskesmas Cilacap Selatan II yang membutuhkan penerangan jalan. Butuh lampu flashing, itu kalau malam gelap sekali”, bebernya.
“Di Tegalkamulyan itu ada simpang yang mengarah ke TPI butuh penerangan karena gelap. Karena disitu sangat berbahaya ketika kendaraan dari arah utara mau belok, itu tidak ada tiang lampu. Informasi dari masyarakat juga sering terjadi kecelakaan”, Agus melanjutkan.
“Kemudian di bidang pendidikan, itu ada sekolah yang kamar mandinya sangat rusak, kasihan anak-anak. Kantor kecamatan ini juga rawan banjir, kemudian kami sampaikan juga tadi di Ruang Terbuka Hijau(RTH) di Jl. Sutomo itu menjadi langganan banjir. Harus banyak pihak yang turun ke lapangan supaya ada solusi untuk mengatasi banjir tahunan”, terusnya.
” Kemudian Jl. Jend Sudirman juga rawan banjir yang ke arah barat. Tadi juga ada LPMK minta dibuatkan drainase sampai arah Seleko. Tapi karena ini menjadi wewenangnya Provinsi, nanti kedepan kami upayakan dan mengagendakan untuk mengundang yang berwenang. Yang menangani jalan provinsi dan dari PU Kabupaten, dari Bappeda dan dari Kecamatan nanti kita turun bareng-bareng untuk kita tinjau untuk penanganan nya seperti apa”, lanjut Agus.
“Termasuk kali yaksa juga perlu pengerukan.
Pengalaman dari tahun kemarin menjadi pelajaran, sudah terbukti nyata bahwa banjir tahunan itu sangat luar biasa. Jadi masyarakat sudah banyak mengeluh maka ini menjadi kesempatan yang sangat bagus Musrenbang tingkat Kecamatan ini nanti kita kawal supaya ada perhatian dan tidak mengecewakan masyarakat. Mohon doanya, mohon dukungannya, semoga usulan-usulan bisa terealisasikan”. Pungkasnya.
Bowo





