Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H Masjid Al Ali Menggelar Tradisi Megengan

Surabaya –Liputan Warta Jatim. Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H ta’ mir masjid Al Ali Mejoyo menggelar megengan ( tradisi jawa kirim do’a) 25 Sya’ban 1447 jumat 13 Febuari 2026 di dalam area masjid Al Ali mejoyo surabaya di mulai ba’da Isyak sekira pukul 20:00 WIB – selesai.

Acara tersebut dikemas dengan sederhana tetapi tidak mengurangi rasa khitmat para jama’ah yang hadir dalam gelaran megengan tersebut, acara ini dihadiri warga RW 07 Mejoyo. meskipun demikian tetap tidak menguranggi semanggat serta rasa kekhusukan dan khitmatnya, yang hadir di dalam majlis tersebut.

Acara tersebut di awali dengan pembukaan dilanjutkan pembacaan yasin tahlil di lanjutkan dengan pembaca’an sholawat.

Banyak jama’ah yang hadir memadati area masjid Al Ali, kegiatan ini melibatkan beberapah tokoh lapisan masyarakat Mejoyo.

Baca Juga :  Polres Gresik gelar Jumat Curhat, dengarkan Keluhan Warga Pulo Pancikan

Ratusan masyarakat yang hadir dari sekitaran Mejoyo tersebut menunjukkan kuatnya tali ukhuwah kebersama’an dan persaudaraan antara warga dan jama’ah dalam menjaga tradisi Ahlusunnah Waljama’ah juga sebagai bentuk mahabbah kepada nabi Muhammad SAW.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Artinya, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Melihat tingginya antusiasme jamaah yang hadir di acara majlis tersebut, jamaah selalu menjunjung rasa kebersamaan yang tetap selalu terjaga.

Untaian doa penutup di penghujung waktu menghadirkan nuansa religius dan penuh khitmat serta kekhusyukan.

Giat megengan di masjid Al Ali ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar warga, tetapi juga wujud nyata semangat kebersamaan, cinta tradisi Ahlusunnah Waljama’ah dan kepedulian terhadap nilai-nilai keagamaan yang terus dilestarikan serta rasa cinta kepada nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :  Dalami Ajaran Islam, Prajurit Muslim Mako Puspenerbal Ikuti Kausri Agama

.مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Artinya: “Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan.” (HR An Nasa’i).red-

Artikel yang Direkomendasikan