CILACAP, – Liputan Warta Jatim, Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo Cilacap sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Kamis, 12 Februari 2026. Acara yang berlangsung di gedung pertemuan KUD tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota, serta sejumlah pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.
Ketua KUD Mino Saroyo, Untung Jayanto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa meskipun menghadapi berbagai dinamika regulasi, pelaksanaan RAT tahun ini berjalan dengan lancar dan hikmat. Ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memajukan sektor perikanan di Cilacap.
Salah satu poin utama yang ditegaskan dalam RAT kali ini adalah komitmen terhadap transparansi. Untung menyatakan bahwa laporan pertanggungjawaban KUD Mino Saroyo selalu didasarkan pada hasil audit akuntan publik independen.
“Kami menyajikan laporan sesuai realita. Semua unit usaha diaudit oleh akuntan publik untuk memastikan tidak ada laporan yang ganda atau tidak akurat,” ujar Untung saat diwawancarai media.
Dalam sesi wawancara, pihak pengurus juga menyoroti tantangan terkait regulasi baru, khususnya PP No. 75 Tahun 2024 (sebelumnya disebut tahun 2021 dalam konteks pembicaraan) mengenai pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) oleh pusat. Hal ini berdampak pada penurunan volume usaha di sektor TPI karena KUD tidak lagi mengelola sektor tersebut secara langsung sejak 1 Juli 2025
Selain itu, pihak KUD Mino Saroyo bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap tengah menelusuri distribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Diketahui dari total PNBP sektor perikanan Cilacap tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp19 miliar, dana yang kembali ke daerah hanya sekitar Rp478 juta.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Pemkab dan Bapak Taufik (Ketua DPRD Cilacap) untuk menanyakan sistem pembagian 80% PNBP ini ke tingkat pusat, agar kontribusinya lebih terasa bagi nelayan di daerah,” tambahnya.
Menatap tahun 2026, KUD Mino Saroyo menargetkan kemandirian bagi para nelayan, meskipun ada penyesuaian target di unit usaha TPI. Pihak koperasi optimis unit usaha lain seperti BBM dan penangkapan akan terus tumbuh.
“Target kami di 2026 adalah belajar mandiri, berdiri di kaki sendiri, khususnya bagi para nelayan kecil agar tetap tangguh meski di musim paceklik sekalipun,” tutup Untung.
Berdasarkan data absensi, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi, di antaranya: Ketua DPRD Cilacap (Taufik), Basarnas Kab. Cilacap, Lanal Cilacap, Polresta Cilacap, Dinas Perikanan Kab. Cilacap, HNSI Kab. Cilacap, Camat Cilacap Selatan.
Bowo





