Post Views: 78
Banyuwangi – Liputan Warta Jatim, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. bersama Forkopimda dan stage holder terkait melaksanakan peninjauan lapangan bertajuk High Level Meeting on The Spot guna memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) dan energi di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP., dan unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jember dan Stage Holder lainnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipatif menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, agar masyarakat memperoleh akses kebutuhan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau.
Rombongan Satgas Pangan memulai pemantauan di Pasar Tradisional Blambangan untuk mengecek harga riil di tingkat pedagang sekaligus berdialog langsung dengan para pelaku usaha.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Gudang Beras Bulog Sukowidi guna memastikan ketahanan stok beras, dan berakhir di Pertamina Patra Niaga IT Tanjung Wangi untuk menjamin kelancaran distribusi BBM dan LPG.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, stok kebutuhan pokok secara umum dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Ramadan. Namun, terdapat kenaikan harga pada komoditas cabai rawit merah yang mencapai Rp90.000 per kilogram serta daging sapi kualitas super sebesar Rp145.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh faktor pasokan dari distributor.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofig Ripto Himawan,S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri bersama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.
“Kegiatan hari ini adalah bentuk komitmen Polri bersama Pemerintah Daerah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang Ramadan. Fokus utama kami adalah memastikan distribusi tidak terhambat dan stok di pasar tetap tersedia,” ujar Kapolresta.
Baca Juga : *Pj. Wali Kota Malang Apresiasi Turnamen Sepak Bola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024* KOTA MALANG – Pertama kali di Indonesia sebuah kompetisi sepak bola amputasi di gelar oleh Polresta Malang Kota di Lapangan Stadion Gajayana, Minggu (16/06/2024). Kompetesi yang memperebutkan Piala Kapolresta Malang Kota Cup 2024 tersebut diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke – 78. Kombes Pol Budi Hermanto yang dikenal juga sebagai Bapak Disabilitas itu mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memberikan kesempatan kaum difabel untuk menunjukan bakat mereka. Kompetisi yang bertajuk Fourfeo Sepakbola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024 ini diikuti oleh 4 tim dari 4 wilayah di Jawa Timur yaitu Malang Raya, Surabaya, Jember dan Madura. Pertandingan Fourfeo itu juga telah disiapkan secara matang oleh Panitia, termasuk dari segi keselamatan. “Alhamdulillah, seluruh peserta tiba di Kota Malang dengan keadaan selamat dan bertanding secara sehat," ungkap Kombes Budi Hermanto. Sementara itu Pejabat ( Pj) Wali Kota Malang Dr.Ir. Wahyu Hidayat,MM yang menyaksikan pertandingan tersebut bersama Dandim 0833/Kota Malang,Letkol Arm.Aris Gunawan,M.Han memberikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan yang diinisiasi Polresta Malang Kota itu. “Ini luar biasa, kita akan mendukung penuh sepak bola amputasi karena memang teman – teman difabel ini bukan hanya berolahraga tapi bisa memupuk kebersamaan dan diberi kesempatan untuk menunjukan kemampuan mereka di bidang olahraga,”kata Wahyu Hidayat. Pj.Wali Kota juga mengatakan bahwa pihaknya telah berpesan kepada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Parariwisata (Disporapar) Kota Malang untuk memfasilitasi kebutuhan para atlet terutama dalam pembinaan. “Saya apresiasi Polresta Malang Kota atas ide pertandingan olahraga sepak bola Amputasi ini dan bukan tidak mungkin kedepannya pemerintah Kota Malang akan memfasilitasi atlet difabel untuk menemukan bibit – bibit atlet sepak bola amputasi,”pungkas Pj.Wali Kota Malang. Pertandingan yang dilaksanakan sebanyak 6 sesi dengan durasi 2 × 15 menit ini berlangsung secara aman dan kondusif. Adapun urutan dari setiap peraih penghargaan diantaranya Persaid Jember dengan 7 poin sebagai pemenang juara pertama dan mendapatkan uang pembinaan senilai 7,5 juta. Kemudian posisi kedua diduduki oleh Persas Surabaya dengan 6 poin membawa pulang uang pembinaan senilai 5 juta, posisi ke 3 ditempati sang tuan rumah Persama Malang dengan 2 poin dan membawa uang pembinaan sejumlah 2,5 juta. Sedangkan yang datang dari jauh Persam Madura membawa pulang kategori Fair Play senilai 2 juta. Ketua Persama, Sueb (52) merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolresta Malang Kota yang bersedia memberikan seluruh dukungan baik segi materil dan moril dalam penyelenggaraan Fourfeo ini. "Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Budi Hermanto atas seluruh sumbangsih dalam pelaksanaan kompetisi ini,”ungkap Sueb. Ia berharap semoga kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh institusi Polri ini dapat berlangsung kembali di lain waktu dan dapat dicontoh oleh instansi lain. (*)
Menutup rangkaian kegiatan, Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa personel Satgas Pangan akan terus melaksanakan monitoring harian secara intensif. Koordinasi lintas sektor melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga akan diperkuat guna menjaga stabilitas inflasi daerah, sehingga situasi kamtibmas di Banyuwangi tetap aman dan kondusif selama Ramadan hingga Idulfitri mendatang. (hmspolrestabwi)