Kapolres Pimpin Pengamanan Festival Cap Go Meh: Antisipasi Copet dan Jaga Kenyamanan Pengunjung

HUMDER — Liputan Warta Jatim, Ribuan warga Makassar dan sekitarnya tumpah ruah dalam perayaan Festival Kuliner Cap Go Meh 2576 Tahun 2025 yang digelar dengan penuh kemeriahan. Acara ini menghadirkan beragam sajian kuliner khas Tionghoa, panggung budaya, karnaval megah, hingga Heritage Run yang menambah semarak perayaan.

Untuk memastikan jalannya acara tetap aman dan kondusif, Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Restu Wijayanto, memimpin langsung pengamanan festival ini. Sebanyak 300 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polres Pelabuhan Makassar, Polda Sulsel, dan Brimob diterjunkan guna menjaga ketertiban selama berlangsungnya acara.

Pengamanan Ketat, Antisipasi Kejahatan Jalanan

Dalam arahannya, AKBP Restu Wijayanto menegaskan bahwa pengamanan akan dilakukan secara humanis, dengan tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Pihak kepolisian juga akan melakukan monitoring dan pemantauan wilayah secara intensif untuk mencegah aksi kejahatan, terutama pencurian dan copet yang kerap terjadi di tengah keramaian.

Baca Juga :  I-Learn 11.0: Polsek Paotere dan Mahasiswa Unhas Cetak Generasi Emas Indonesia

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap barang bawaan mereka. Tim pengamanan akan bekerja maksimal agar festival ini berjalan lancar dan aman bagi semua pengunjung,” ujar AKBP Restu Wijayanto.

Kemeriahan Festival: Kuliner, Budaya, dan Olahraga

Festival ini bukan hanya menghadirkan sajian kuliner khas Cap Go Meh, tetapi juga pertunjukan budaya yang memukau, seperti barongsai, tari tradisional, dan pertunjukan musik etnik. Sementara itu, Heritage Run mengajak peserta untuk menikmati keindahan dan sejarah Kota Makassar melalui rute khusus yang telah disiapkan.

(BM)

Artikel yang Direkomendasikan

*Pj. Wali Kota Malang Apresiasi Turnamen Sepak Bola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024* KOTA MALANG – Pertama kali di Indonesia sebuah kompetisi sepak bola amputasi di gelar oleh Polresta Malang Kota di Lapangan Stadion Gajayana, Minggu (16/06/2024). Kompetesi yang memperebutkan Piala Kapolresta Malang Kota Cup 2024 tersebut diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke – 78. Kombes Pol Budi Hermanto yang dikenal juga sebagai Bapak Disabilitas itu mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memberikan kesempatan kaum difabel untuk menunjukan bakat mereka. Kompetisi yang bertajuk Fourfeo Sepakbola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024 ini diikuti oleh 4 tim dari 4 wilayah di Jawa Timur yaitu Malang Raya, Surabaya, Jember dan Madura. Pertandingan Fourfeo itu juga telah disiapkan secara matang oleh Panitia, termasuk dari segi keselamatan. “Alhamdulillah, seluruh peserta tiba di Kota Malang dengan keadaan selamat dan bertanding secara sehat,” ungkap Kombes Budi Hermanto. Sementara itu Pejabat ( Pj) Wali Kota Malang Dr.Ir. Wahyu Hidayat,MM yang menyaksikan pertandingan tersebut bersama Dandim 0833/Kota Malang,Letkol Arm.Aris Gunawan,M.Han memberikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan yang diinisiasi Polresta Malang Kota itu. “Ini luar biasa, kita akan mendukung penuh sepak bola amputasi karena memang teman – teman difabel ini bukan hanya berolahraga tapi bisa memupuk kebersamaan dan diberi kesempatan untuk menunjukan kemampuan mereka di bidang olahraga,”kata Wahyu Hidayat. Pj.Wali Kota juga mengatakan bahwa pihaknya telah berpesan kepada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Parariwisata (Disporapar) Kota Malang untuk memfasilitasi kebutuhan para atlet terutama dalam pembinaan. “Saya apresiasi Polresta Malang Kota atas ide pertandingan olahraga sepak bola Amputasi ini dan bukan tidak mungkin kedepannya pemerintah Kota Malang akan memfasilitasi atlet difabel untuk menemukan bibit – bibit atlet sepak bola amputasi,”pungkas Pj.Wali Kota Malang. Pertandingan yang dilaksanakan sebanyak 6 sesi dengan durasi 2 × 15 menit ini berlangsung secara aman dan kondusif. Adapun urutan dari setiap peraih penghargaan diantaranya Persaid Jember dengan 7 poin sebagai pemenang juara pertama dan mendapatkan uang pembinaan senilai 7,5 juta. Kemudian posisi kedua diduduki oleh Persas Surabaya dengan 6 poin membawa pulang uang pembinaan senilai 5 juta, posisi ke 3 ditempati sang tuan rumah Persama Malang dengan 2 poin dan membawa uang pembinaan sejumlah 2,5 juta. Sedangkan yang datang dari jauh Persam Madura membawa pulang kategori Fair Play senilai 2 juta. Ketua Persama, Sueb (52) merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolresta Malang Kota yang bersedia memberikan seluruh dukungan baik segi materil dan moril dalam penyelenggaraan Fourfeo ini. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Budi Hermanto atas seluruh sumbangsih dalam pelaksanaan kompetisi ini,”ungkap Sueb. Ia berharap semoga kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh institusi Polri ini dapat berlangsung kembali di lain waktu dan dapat dicontoh oleh instansi lain. (*)