JEMBER, Liputan Warta Jatim, Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Ikatan Dokter Anak Indonesia – IDAI Cabang Jawa Timur menggelar serangkaian agenda di Kabupaten Jember pada 18-19 Juli 2026.
Agenda pertama berupa Seminar Stunting dan Tumbuh Kembang yang digelar pada Jumat, 18 Juli 2026 di Pendopo Wahyawibawa Graha, Kabupaten Jember. Seminar ini menyasar tenaga medis, dokter, perawat, bidan, penggerak PKK, hingga para camat se-Jember.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Jember Gus Fawait beserta Ning Gita. Sejumlah OPD Kabupaten Jember juga turut hadir.
Hadir sebagai pemateri sekaligus Ketua IDAI Cabang Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A.Sub.Sp.TKPS(K). Seminar ini diketuai oleh dr. Saraswati Dewi, Sp.A.Sub.Sp.Kardio(K) selaku Ketua Panitia Hari Anak Nasional IDAI Cab. Jatim di Jember.
Turut hadir pengurus IDAI Cab. Jatim serta para dokter spesialis anak dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ketua IDAI Cab. Jatim Perwakilan 6 sekaligus Ketua IDI Jember, dr. Muhammad Ali Shodikin, M.Kes.,Sp.A., menjelaskan bahwa Jember dipilih sebagai lokasi peringatan HAN tahun ini. IDAI Jatim Perwakilan 6 membawahi 6 daerah di wilayah tapal kuda, yaitu Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.
“Agenda kami adalah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember, memberikan masukan dan saran, serta siap berkolaborasi dalam program pemerintah, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting di Jember,” jelasnya.
Pada malam harinya, digelar agenda internal berupa Dinner Scientific Meeting bagi anggota IDAI dan keluarga. Agenda ini bertujuan sebagai ajang refresing, menambah pengetahuan, sekaligus briefing persiapan kegiatan hari berikutnya.
Memasuki hari kedua, Minggu 19 Juli 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Funwalk atau jalan sehat bersama dokter spesialis anak se-Jawa Timur beserta keluarga di Taman Botani Sukorambi.
Usai jalan sehat, kegiatan dilanjutkan dengan Bakti Sosial di Puskesmas Sukorambi. Sasaran baksos adalah anak dan bayi yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, terutama yang terindikasi stunting. Pemeriksaan dilakukan secara dini agar keterlambatan tumbuh kembang dapat segera ditemukan dan ditindaklanjuti.
“Penting sekali untuk mengatasi stunting di Jember adalah memperbaiki masalah gizi dan nutrisi. Baik sebelum kehamilan, nutrisi ibu saat hamil, maupun nutrisi bayi dan anak setelah lahir, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Ini harus diobservasi dan dipastikan mendapatkan asupan nutrisi yang baik agar tumbuh kembangnya optimal dan tidak mengalami stunting,” tegas dr. Ali.
Ia berharap kehadiran Ketua IDAI Jatim, pengurus, dan para dokter spesialis anak dari luar Jember dapat membantu mengentaskan permasalahan tumbuh kembang anak.
“Semoga ini bermanfaat membantu anak-anak yang mengalami masalah tersebut menjadi lebih baik. Yang lebih penting lagi adalah kita bisa mencegah agar tidak ada lagi anak-anak lain yang mengalami gangguan tumbuh kembang,” pungkasnya.
Kancel






