Gus Fawait:Mendorong Pertanian Dan Pendidikan Adalah Warisan Terbaik untuk Generasi Mendatang

Jember – Liputan Warta Jatim, Disela sela kegiatan Guse Menyapa di Kecamatan Sukowono, Gus Fawait kembali menegaskan komitmennya untuk memajukan sektor pertanian sebagai fondasi kebangkitan ekonomi daerah. Acara yang menghadirkan para tokoh tani setempat ini berlangsung pada hari senin 10 November 2025 di Aula Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum dan mengusung semangat “Mewujudkan Petani Produktif dan Kreatif Menuju Jember Bangkit dan Petani Makmur.”

Sebagai bukti nyata komitmen Pemkab Jember terhadap dunia pendidikan, Gus Fawait menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah melaksanakan program beasiswa terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember. “Kalau dulu jumlahnya hanya sedikit, sekarang kami memberikan beasiswa kepada 20 ribu anak-anak Jember untuk kuliah gratis di seluruh Indonesia. Tahun ini saja, kuotanya 8.000, dan yang daftar mencapai

Pada pertemuan tersebut, Gus Fawait menyampaikan pesan mendalam tentang arah kekuatan bangsa di masa depan. Ia menukil pandangan para pengamat internasional yang menyatakan bahwa dalam 10 hingga 20 tahun mendatang, kekuatan sebuah negara tidak lagi ditentukan oleh besarnya persenjataan, melainkan oleh kedaulatan pangannya.

“Negara yang kuat bukan hanya negara yang memiliki persenjataan hebat, tetapi negara yang mampu menguasai sektor pangan,” ujar Gus Fawait.

Baca Juga :  Bukber Karyawan PT. Tempo Scan Group Kapolda Jatim Himbau Tingkatkan Kewaspadaan Saat Mudik Lebaran

Bupati yang dikenal dekat dengan para petani ini juga menyampaikan salam dari Presiden RI, H. Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa sektor pangan menjadi salah satu fokus utama Presiden, karena ketahanan pangan adalah kunci bagi kemandirian dan stabilitas nasional.

“Bapak Presiden Prabowo memberi perhatian besar terhadap pertanian. Beliau menilai, bangsa yang makmur adalah bangsa yang petaninya sejahtera. Dan Jember harus kembali menjadi lumbung pangan Jawa Timur, bahkan Indonesia,” tegasnya.

Dalam refleksinya, Gus Fawait menyinggung masa keemasan Jember 15 tahun silam yang dikenal sebagai kabupaten dengan produktivitas pangan tertinggi. Namun, ia menyesalkan kondisi terkini di mana posisi Jember menurun ke peringkat keempat, bahkan tertinggal dari daerah seperti Lamongan dan Ngawi.

Sejak memimpin Kabupaten Jember, Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen memperjuangkan anggaran terbesar dalam empat dekade terakhir untuk sektor pertanian. Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah digelontorkan untuk memperbaiki infrastruktur, meningkatkan akses pupuk bersubsidi, serta memperluas peluang pasar bagi hasil tani lokal.

“Alhamdulillah, tahun 2025–2026 menjadi masa dengan anggaran pertanian terbesar dalam 40 tahun terakhir. Bahkan, harga pupuk subsidi hari ini turun ke titik terendah dalam sejarah Republik Indonesia, sebuah kabar baik bagi petani kita,”

Baca Juga :  Rumah Qur’an Nurul Islam Gelar Lomba Meriahkan HUT ke-80 RI dan Milad Pertama.

Kalau ada yang menjual pupuk tidak sesuai harga resmi, segera laporkan. Kami akan tindak tegas karena ini kebijakan Presiden yang harus kami amankan dan ke inginan pemerintah setiap kios harus sama rata harganya,”ucapnya.

Keluarga besar Pengasuh ponpes maqan’ul ulum Kh. Mahrus muhith nahrawi, menegaskan, pemerataan yang diusung melalui program bupati menyapa bukan hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam akses pelayanan, hiburan, dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Masyarakat kota dan desa harus mendapat kesempatan yang sama, baik dalam pelayanan, hiburan, maupun senyuman,” kata dia.

Tak cukup sampai di situ, Program gus bupati juga memiliki efek ganda yang besar. Tak hanya membuat emak-emak jadi religius dan berdoa untuk bangsa, tapi juga bisa mensosialisasikan program strategis. Termasuk pasar murah dan bazar UMKM dalam program tersebut bisa ikut menggerakkan ekonomi lokal, ” Ucapnya

Team

Artikel yang Direkomendasikan