
Minahasa — Liputan warta Jatim
Polres Minahasa Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun institusi Polri yang profesional, berintegritas, dan menjadi teladan bagi masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiplin) usai apel pagi di Lapangan Mapolres Minahasa Utara, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan pengawasan internal tersebut dipimpin secara terpadu oleh Kasi Propam Polres Minut, Ipda Rivai Rumambi, bersama Kasi Humas Polres Minut, Iptu Steven Surentu, sebagai bentuk pengawasan melekat terhadap seluruh personel guna memastikan disiplin, etika, dan profesionalisme tetap terjaga.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan difokuskan pada dua aspek utama. Pertama, pemeriksaan sikap tampang dan administrasi personel yang meliputi kelengkapan seragam dinas (Gampol), kerapian penampilan, serta kelengkapan dokumen identitas seperti Kartu Tanda Anggota (KTA), KTP, dan SIM. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan setiap anggota selalu siap menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan.

Selain itu, pengawasan juga menyasar penggunaan media sosial. Kasi Humas melakukan pemeriksaan langsung terhadap telepon genggam anggota guna memastikan tidak terdapat pelanggaran etika digital, termasuk mencegah perilaku pamer gaya hidup (flexing), menjaga netralitas sebagai anggota Polri, serta memastikan tidak ada personel yang menggunakan aplikasi ilegal seperti judi online.
Kapolres Minahasa Utara AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Iptu Steven Surentu menegaskan bahwa kegiatan Gaktiplin merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan internal agar seluruh personel tetap menjaga nama baik institusi.
“Kegiatan ini merupakan langkah mitigasi dan pengawasan melekat unsur pimpinan agar personel Polres Minut senantiasa menjaga marwah institusi, bijak di ruang siber, dan menjadi teladan bagi masyarakat,” ujar Iptu Steven Surentu.
Pelaksanaan Gaktiplin secara rutin menjadi bukti bahwa Polres Minahasa Utara tidak hanya berfokus pada pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga terus membangun kualitas sumber daya manusia di lingkungan internal. Disiplin yang dimulai dari diri sendiri diharapkan mampu melahirkan anggota Polri yang humanis, profesional, modern, dan terpercaya.
Melalui kegiatan ini, Polres Minahasa Utara memberikan contoh positif bahwa integritas, kedisiplinan, dan etika, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital, merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Winsy.W





