Cilacap – Liputan Warta Jatim, Temuan subtipe virus influenza A (H3N2) atau “super flu” yang sering menyebabkan flu musiman belum lama ini, ditanggapi Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Cilacap, Hasanuddin.
Hasanuddin memastikan pihaknya belum menemukan adanya kasus H3N2 yang ditandai dengan protein permukaan hemaglutinin (H) tipe 3 dan neuraminidase (N) tipe 2, yang dikenal dapat menyebabkan gejala lebih berat, bahkan dikenal sebagai “super flu” karena mutasinya membuatnya mudah menyebar dan seringkali lebih intens gejalanya (demam tinggi, batuk parah, nyeri otot) dibandingkan flu biasa. Virus ini sering menjadi strain dominan saat musim flu dan dapat memicu masalah kesehatan masyarakat.
Ia meminta masyarakat tidak panik adanya temuan virus tersebut, dan mengimbau agar tetap menjaga pola hidup sehat. “Kita berdoa semoga tidak masuk ke Cilacap”, ujarnya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Sabtu (17/1/2026).
“Masyarakat tidak perlu khawatir, insyaallah Cilacap aman. Yang terpenting pola hidup sehat tetap dijaga seperti biasakan cuci tangan pakai sabun”, jelas Hasanuddin.
Selain itu, masyarakat dihimbau untuk makan bergizi seimbang, rajin berolahraga, istirahat yang cukup, dan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar.
“Super flu ini merupakan penyakit influenza biasa dengan tingkat fatalitas yang sangat rendah, artinya tidak membahayakan”, bebernya.
Sementara itu, terkait antisipasi penyebaran virus super flu ini, Hasanuddin mengaku sudah menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait.
“Kami sudah koordinasi dengan Dinkesprov Jateng, Dinkes Kabupaten/Kota se-Jateng, seluruh rumah sakit maupun Puskesmas di Cilacap untuk mewaspadai apabila ditemui gejala-gejala mirip kasus H3N2”, tegasnya.
“Apabila ada kasus yang muncul di Cilacap, rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang ada di Cilacap siap menangani”, Hasanuddin mengakhiri obrolan.
Bowo





