Delapan Pj Bupati Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan dan 13 Pjs. Bupati/Wali Kota Dikukuhkan Pj Gubenur Jatim

Pj. Gubernur Jatim, Adhy Karyono serahkan delapan SK Perpanjangan Masa Jabatan delapan Bupati dan Kukuhkan 13 Pjs. Bupati/Walikota, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (24/9/2024). Foto : Rafly / JNR

Jatim Newsroom – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perpanjangan masa jabatan kepada delapan Pj. Bupati dan mengukuhkan Penjabat Sementara (Pjs.) bupati/wali kota di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (24/9/2024).

Pada momen itu, Pj. Gubernur Adhy menegaskan, bahwa agenda ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan di daerah-daerah yang sedang mengalami transisi kepemimpinan, yang mana bahwa momentum ini merupakan batas akhir untuk melaksanakan proses perpanjangan jabatan dan pengukuhan Pjs. “Hari ini memang momentum yang harus dilaksanakan, paling lambat hari ini,” ucapnya usai acara.

Adhy menyebut, terdapat 13 Pjs yang diajukan oleh pemerintah provinsi untuk dilantik, dan semuanya berasal dari pejabat tinggi pratama Pemprov Jatim sesuai aturan yang ditetapkan. “Kami mengusulkan 13 Pjs yang sudah sesuai, karena memang aturannya harus berasal dari pejabat tinggi Pratama, Provinsi, atau Kemendagri,” jelasnya.

Selain menyerahkan SK perpanjangan masa jabatan dan pengukuhan pejabat, Adhy Karyono juga menekankan, pengawasan ketat akan dilakukan untuk memastikan netralitas para Pjs dalam menjalankan tugas mereka, apalagi diketahui beberapa daerah akan menghadapi situasi politik yang dinamis.

“Kami pastikan, tidak ada aset, SDM, program, atau anggaran yang digunakan untuk kepentingan kontestan politik, masyarakat bisa melihat langsung bagaimana peran kepala OPD serta Pj atau Pjs dalam menjalankan tugasnya,” ujar Adhy.

Dengan penyerahan SK Perpanjangan Masa Jabatan dan pengukuhan ini, Adhy pun mengingatkan, pemerintah provinsi tetap harus memantau dan mengawasi kinerja para pejabat, terutama di masa kampanye dan pemilu.

Baca Juga :  Wujud Empati, Polisi Beri Santunan dan Bantuan Kakek Korban Curas di Trenggalek

“Pada tahapan-tahapan tertentu, seperti kampanye, kita harus monitor. Tetapi juga tetap harus berkoordinasi dengan OPD supaya tugas-tugas dan target tetap berjalan,” tukas Adhy.

Terkait dengan peran penting para Pjs. dan Pj., Adhy Karyono mengakui bahwa perubahan pejabat dan penugasan di daerah dapat berdampak pada kinerja pembangunan, namun dirinya memastikan bahwa hal ini sudah dipetakan dan pemerintah provinsi tetap optimis pembangunan akan terus berjalan.

“Kami sudah memetakan semua. Memang akan berat kalau harus menghadiri kegiatan yang harus dihadiri pimpinan, tetapi Insyaalah, pembangunan tetap berjalan,” ucap Adhy.

Adhy pun menilai, kinerja Pj. Gubernur sangat bergantung pada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di daerah. “Kinerja kami sebagai Pj Gubernur sangat tergantung pada kepala OPD tersebut,” sebutnya.

Pj. Gubernur Jatim, Adhy Karyono serahkan delapan SK Perpanjangan Masa Jabatan delapan Bupati dan Kukuhkan 13 Pjs. Bupati/Walikota, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (24/9/2024). Foto : Rafly / JNR

Adapun delapan Pj. Bupati yang menerima SK Perpanjangan Masa Jabatan dari Kemendagri oleh Pj. Gubernur Jatim ialah,

Tontro Pahlawanto (Pj. Bupati Madiun), Ugas Irwanto (Pj. Bupati Probolinggo), Arief Moelia Edie (Pj. Bupati Bangkalan), Sri Handoko Taruna (Pj. Bupati Nganjuk), Heru Suseno (Pj. Bupati Tulungagung), Indah Wahyuni (Pj. Bupati Lumajang), Adriyanto (Pj. Bupati Bojonegoro) dan Masrukin (Pj. Bupati Pamekasan).

Sedangkan, 13 Pjs yang dikukuhkan oleh Pj Gubernur Jatim Ashy Karyono di Gedung Negara Grahadi, yakni :

1. Ir. TIAT SURTIATI SUWARDI, M.SI, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Bupati Ngawi.

2 Dr. MHD. AFTABUDDIN RIAL UZZAMAN, S.PL, M.S., Kepała Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur sebagai Pis Bupati Situbondo

Baca Juga :  Pastikan Pilkada Kondusif, Polres Pasuruan Apel Gelar Pasukan Dan Deklarasi Damai

3. IMAM HIDAYAT ,S.SoS., M.M, Kepała Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Bupati Jember

4. Ir. JOKO IRIANTO, M. SiL, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Bupati Ponorogo

5. R. HERU WAHONO SANTOSO, S.Sos, M.M, Kepala Badan Koordinasi Wilayah I Madiun Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Bupati Kediri

6. Dr.Ir. DYAH WAHYU ERMAWATI, MA, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Bupati Trenggalek

7. Dr. H. AKH, JAZULI, S.H., M.Si, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Bupati Mojokerto;

8. Ir. BUDI SARWOTO, M.M, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Bupati Pacitan

9. Dr. AGUNG SUBAGYO, S.STP.,M. SI., Kepala Badan Koordinasi Wilayah Il Bojonegoro Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Bupati Tuban

10. Dr.Ir. MUHAMMAD ISA ANSHORI, A.TD., M.T, Kepala Dinas Kelautan dan Penkanan Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Bupati Sidoarjo

11. Dr.Ir. JUMADI, M.M., Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Bupati Blitar

12. Dra RESTU NOVI WIDIANI, MM, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Walikota Surabaya

13. Dr. LILIK PUDJIASTUTI, S.H., M.H, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur sebagai Pjs Walikota Pasuruan. (vin/hjr)

#pemprov jatim

#Pj. Gubernur Jawa Timur

#liputanwartajatim

Artikel yang Direkomendasikan

*Dukung Asta Cita Polres Pasuruan Kota Gelorakan Swasembada Pangan Melalui Si Boni* KOTA PASURUAN – Dalam rangka mendukung program Pemerintah terkait ketahanan pangan Nasional, Polres Pasuruan Kota melaunching Si Boni (Polisi Bolo Petani). Melalui Si Boni, Polres Pasuruan Kota akan rutin melaksanakan Patroli dialogis langsung dengan petani untuk mendengarkan aspirasi, serta memberikan arahan tentang pentingnya menjaga kesuburan lahan dan hasil panen. Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara, mengatakan dengan program Si Boni nantinya masyarakat dapat menyampaikan keluhan maupun permasalahan yang ada terkait pertanian. “Dengan adanya Program Si Boni ini, kami berharap para petani merasa lebih aman dan nyaman dalam bekerja, tanpa khawatir akan gangguan atau masalah Kamtibmas yang lain,” ujar AKBP Davis Busin Siswara, Selasa (5/11). Ia mengatakan pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu tujuan Program Presiden RI Prabowo Subianto yaitu Asta Cita. Kapolres Pasuruan Kota juga menekankan bahwa keamanan wilayah pertanian merupakan bagian dari upaya untuk mencapainya. “Keamanan dan ketahanan pangan berjalan beriringan, jika petani aman, ketahanan pangan pun akan terjaga.”kata AKBP Davis. Melalui Si Boni ini juga kata AKBP Davis, pihaknya akan segera mencarikan solusi jika ada kendala bagi petani maupun nelayan. AKBP Davis Busin menegaskan bahwa program Si Boni akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan sebagai bentuk dukungan Polres Pasuruan Kota terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan. “Kami akan terus mendorong dan mendukung para petani untuk menjaga swasembada pangan, baik dari sisi keamanan maupun peningkatan produktivitas,” tegasnya. Kapolres Pasuruan Kota juga mengajak seluruh masyarakat agar turut serta berperan dalam menjaga ketahanan pangan demi kesejahteraan bersama. Program Si Boni ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara Polres Pasuruan Kota dengan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan stabilitas dan keamanan wilayah pertanian di Pasuruan semakin terjaga, sehingga para petani bisa fokus untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi warga Tani dan Nelayan. Sementara itu Sodiq salah seorang petani mangga dan pepaya yang turut hadir, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kegiatan yang dilakukan oleh Polres Pasuruan Kota melalui program Si Boni. Ia mengungkapkan bahwa dengan adanya Si Boni, para petani merasa lebih diperhatikan dan dilindungi karena lebih dekat dengan aparat Kepolisian. Program Si Boni menurut Sodiq sangat positif dan diharapkan terus berlanjut. “Polres Pasuruan Kota betul-betul memperhatikan kami dan membuat kami merasa terbantu karena aspirasi atau keluhan kami dicarikan solusi melalui program Si Boni,” ucap Sodiq. (*)