JEMBER – Liputan Warta Jatim, Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait.SE.M,sc lepas 3000 mahasiswa kolaboratif Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari 17 perguruan tinggi,di Alun Alun Nusantara Jember, Minggu (19/7/2026). sore setelah Asar
Bupati Gus Fawait berharap KKN bertajuk Cinta Desa (Desa Cerdas, Inklusif, dan Tangguh) bisa memperkuat pembangunan desa sekaligus mendukung penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Jember.
Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempercepat pembangunan desa, “ucapnya
Dalam sambutannya, Dewan Pengarah KKN Kolaboratif, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., menegaskan bahwa konsep Desa Cinta harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan hanya menjadi tema kegiatan.Ia menjelaskan, desa cerdas merupakan desa yang mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Desa inklusif adalah desa yang memberi kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk berkembang tanpa ada yang tertinggal. Sedangkan desa tangguh merupakan desa yang mampu menghadapi berbagai tantangan dengan semangat gotong royong dan kemandirian.
Prof. Yuli juga mengingatkan mahasiswa agar tidak datang ke desa sebagai pihak yang merasa paling mengetahui persoalan. Sebaliknya, mahasiswa harus menjadi rekan masyarakat dalam menggali potensi dan menyelesaikan persoalan melalui kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kearifan lokal Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat serta hubungan baik yang tetap terjalin setelah program berakhir,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak mahasiswa memanfaatkan KKN sebagai ruang pengabdian sekaligus belajar memahami kondisi nyata masyarakat Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah memperbaiki akurasi data kemiskinan, khususnya kelompok masyarakat miskin ekstrem atau Desil 2,Data tersebut dinilai penting agar berbagai program bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Jangan hanya menjadi generasi yang pandai mengkritik. Jadilah bagian dari solusi dengan memberikan data dan masukan yang benar berdasarkan kondisi di lapangan,” tegas Gus Fawait.Ia menyebut, Jember masih menghadapi persoalan tingginya angka kemiskinan.
Karena itu, keberadaan puluhan perguruan tinggi di daerah ini harus mampu memberikan dampak nyata melalui program pengabdian kepada masyarakat.Selain mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKN, Gus Fawait juga mengumumkan bahwa Pemkab Jember segera membuka pendaftaran beasiswa bagi sekitar 4.000 mahasiswa asal Jember yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, “ujarnya






