Bumi Blambangan Adem! Lewat Sabuk Kamtibmas, Kapolresta Banyuwangi Siapkan Jurus Jitu Tangkal Hoaks & Konflik

BANYUWANGI – Liputan Warta Jatim, Polresta Banyuwangi mengambil langkah taktis dalam merespons dinamika sosial yang kian kompleks dengan menggelar Apel Besar Sabuk Kamtibmas secara serentak. Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., bertempat di halaman Mapolresta Banyuwangi. Apel ini menjadi momentum krusial bagi seluruh jajaran kepolisian dan elemen masyarakat untuk menyatukan persepsi dalam menjaga kondusivitas di Bumi Blambangan, Kamis (30/04/26).

Salah satu momen paling sakral dalam kegiatan hari ini adalah pembacaan Ikrar Apel Besar Sabuk Kamtibmas yang diucapkan dengan lantang oleh seluruh peserta. Dalam ikrar tersebut, seluruh elemen berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif. Selain itu, mereka menyatakan kesiapan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian bersama dalam mengantisipasi setiap potensi gangguan, serta memperkuat sinergitas lintas elemen bangsa guna menjaga kerukunan.

Baca Juga :  Perwakilan Forkopimda Boyolali Turut Hadiri Rapat Pleno Terbuka di KPU

Poin penting lainnya dalam ikrar tersebut adalah dukungan terhadap penegakan hukum yang profesional, adil, dan humanis, serta komitmen menjunjung tinggi integritas dalam menjaga stabilitas Kamtibmas. Kombes Pol dr. Rofiq Ripto Himawan menekankan bahwa ikrar ini bukan sekadar kata-kata, melainkan janji suci untuk dilaksanakan secara konsisten dan bertanggung jawab di lapangan. Menurutnya, sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat adalah kunci utama agar investasi terjaga dan pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi tidak terhambat.

Dalam amanatnya, Kapolresta juga menginstruksikan seluruh peserta apel untuk berperan aktif sebagai “Agen Pendingin” (cooling system) di tengah masyarakat. Peran ini diharapkan mampu mendeteksi serta meredam potensi gesekan sebelum berkembang menjadi konflik besar. Kapolresta juga menggarisbawahi pentingnya menghapus ego sektoral antar-lembaga dan menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis di lini terdepan dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  Komandan Puspenerbal Saksikan Kasal Resmikan Monumen MNEK 2025 di Bali

Kegiatan yang berlangsung hari ini ditutup dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Kombes Pol dr. Rofiq Ripto Himawan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif menjaga wilayah hukum Polresta Banyuwangi tetap kondusif. Beliau mengajak seluruh komponen untuk terus merapatkan barisan demi mewujudkan Banyuwangi yang aman, damai, tangguh, dan sejahtera, seraya memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara.( ACH, Ridwan )

Artikel yang Direkomendasikan

*Pj. Wali Kota Malang Apresiasi Turnamen Sepak Bola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024* KOTA MALANG – Pertama kali di Indonesia sebuah kompetisi sepak bola amputasi di gelar oleh Polresta Malang Kota di Lapangan Stadion Gajayana, Minggu (16/06/2024). Kompetesi yang memperebutkan Piala Kapolresta Malang Kota Cup 2024 tersebut diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke – 78. Kombes Pol Budi Hermanto yang dikenal juga sebagai Bapak Disabilitas itu mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memberikan kesempatan kaum difabel untuk menunjukan bakat mereka. Kompetisi yang bertajuk Fourfeo Sepakbola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024 ini diikuti oleh 4 tim dari 4 wilayah di Jawa Timur yaitu Malang Raya, Surabaya, Jember dan Madura. Pertandingan Fourfeo itu juga telah disiapkan secara matang oleh Panitia, termasuk dari segi keselamatan. “Alhamdulillah, seluruh peserta tiba di Kota Malang dengan keadaan selamat dan bertanding secara sehat,” ungkap Kombes Budi Hermanto. Sementara itu Pejabat ( Pj) Wali Kota Malang Dr.Ir. Wahyu Hidayat,MM yang menyaksikan pertandingan tersebut bersama Dandim 0833/Kota Malang,Letkol Arm.Aris Gunawan,M.Han memberikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan yang diinisiasi Polresta Malang Kota itu. “Ini luar biasa, kita akan mendukung penuh sepak bola amputasi karena memang teman – teman difabel ini bukan hanya berolahraga tapi bisa memupuk kebersamaan dan diberi kesempatan untuk menunjukan kemampuan mereka di bidang olahraga,”kata Wahyu Hidayat. Pj.Wali Kota juga mengatakan bahwa pihaknya telah berpesan kepada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Parariwisata (Disporapar) Kota Malang untuk memfasilitasi kebutuhan para atlet terutama dalam pembinaan. “Saya apresiasi Polresta Malang Kota atas ide pertandingan olahraga sepak bola Amputasi ini dan bukan tidak mungkin kedepannya pemerintah Kota Malang akan memfasilitasi atlet difabel untuk menemukan bibit – bibit atlet sepak bola amputasi,”pungkas Pj.Wali Kota Malang. Pertandingan yang dilaksanakan sebanyak 6 sesi dengan durasi 2 × 15 menit ini berlangsung secara aman dan kondusif. Adapun urutan dari setiap peraih penghargaan diantaranya Persaid Jember dengan 7 poin sebagai pemenang juara pertama dan mendapatkan uang pembinaan senilai 7,5 juta. Kemudian posisi kedua diduduki oleh Persas Surabaya dengan 6 poin membawa pulang uang pembinaan senilai 5 juta, posisi ke 3 ditempati sang tuan rumah Persama Malang dengan 2 poin dan membawa uang pembinaan sejumlah 2,5 juta. Sedangkan yang datang dari jauh Persam Madura membawa pulang kategori Fair Play senilai 2 juta. Ketua Persama, Sueb (52) merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolresta Malang Kota yang bersedia memberikan seluruh dukungan baik segi materil dan moril dalam penyelenggaraan Fourfeo ini. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Budi Hermanto atas seluruh sumbangsih dalam pelaksanaan kompetisi ini,”ungkap Sueb. Ia berharap semoga kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh institusi Polri ini dapat berlangsung kembali di lain waktu dan dapat dicontoh oleh instansi lain. (*)