Cilacap – Liputan Warta Jatim, Aduan penganiayaan yang tercatat di Surat Tanda Terima Pengaduan Polisi Nomor STTPP/581/XII/2025/SPKT/Polresta Cilacap yang dilaporkan oleh Masykur pada Selasa malam, 2 Desember 2025. Dalam pengaduannya, Masykur menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada Senin, 1 Desember 2025 sekitar pukul 01.30 WIB, saat dirinya berada di rumah.
Isi laporannya tentang Mohamad Nizar M, bersama seorang temannya datang mengendarai sepeda motor PCX dan berhenti tepat di depan rumah. Begitu turun, terlapor langsung berteriak-teriak memanggil anak pelapor bernama Syukron. Tak lama kemudian, terlapor diduga memukul Syukron menggunakan helm hingga menyebabkan luka memar di bagian pelipis dan tangan(menurut pemberitaan yang tersebar di beberapa media online).
Berdasarkan surat undangan yang dilayangkan Polresta Cilacap perihal “Permintaan Keterangan Klarifikasi” kepada terlapor Muhamad Nizar M (NI). Dengan nomor surat: B/1387/XII/RES 1.6./2025/Reskrim. Awak media Liputan Warta Jatim dan beberapa awak media lainnya mendatangi rumah Muhamad Nizar M untuk mengetahui perihal permasalahan tersebut.

Muhamad Nizar M, menjelaskan pada awak media di kediamannya di Jl. Kebun Jambu RT. 001/002, Desa Kedugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan pada hari Jum’at,19 Desember 2025 siang tadi. “Waktu itu saya sempat chat sama dia(Sukron), terkait adanya omongan yang mengatakan tentang Kaduse ada chatingan dengan istri saya. Otomatis saya kan sebagai laki-laki merasa diinjak-injak harga dirinya, apalagi informasi itu saya dapat dari orang lain.
Jika dia merasa benar harusnya jawab aja terus terang, kan waktu saya chat ‘kowe ana chatingan apa karo bojoku’? Kemudian dia jawabnya ‘ora ana mas’, terus saya chat lagi, malah nomor saya diblokir sama dia.Kan saya jadi panas loh mas, lalu akhirnya saya datang ke tempat Pak Kadus. Nah kebetulan disitu ada ibunya Pak Kadus, ada temanya Pak Kadus sama ada bapaknya Pak Kadus.
Seketika saya langsung menanyakan ke pak Kadus, ‘kowe ana hubungan apa karo bojoku, nek pancen ora ana apa-apa aku pingin ngerti isi chat mu kuwe apa’? Nahdisit, tapi pak Kadus disitu waktu saya pingin lihat isi chatnya dengan istri saya malah jawabnya ‘ga bisa ini privasi’. Nah pak Kadus waktu saya mau minta HPnya lalu dia mengelak lalu dia lari. Lalu saya kejar terus dia jatuh sama saya bareng”. Jelas Nizar.
“Kemudian hpnya diambil sama teman saya. Harusnya kalau memang tidak ada apa-apa, harusnya pak Kadus itu membuktikan sambil menunjukkan isi chat nya, ‘ini loh Zar, enyong langka apa-apa karo bojomu, chatting an kaya giye tok’. Tapi ternyata pak Kadus kan tidak mau membuka chattingan itu dengan bahasa ‘ini privasi'”. Lanjutnya.
Kemudian Nizar melanjutkan “Terus terang saya ingin tahu isi chatingan istri saya sama pak Kadus, bukan yang lainnya. Oke lah kalau saya ingin membuka isi chatingan yang lainnya itu privasi, tapi disini saya konteksnya ingin memperjelas, kalau memang tidak ada apa-apa ya dikasih lihat, bahwasanya dia memang tidak ada hubungan apa-apa sama istri saya dan memberi tahu chatingan nya sebatas ini, kan selesai sebenarnya”. Nizar membeberkan kejadiannya.
“Pada waktu itu memang kesalahan saya, HP itu saya ambil dari teman saya dan saya bawa pulang. Tujuan saya HP tak bawa pulang, biar Kaduse itu ada klarifikasi ke saya dengan membuka HP nya itu. Ternyata sampai detik ini tidak ada konfirmasi apapun. Malah Kaduse membuat laporan bahwasanya saya menganiaya dan lain-lain. Padahal disitu jelas saksi banyak mas(tetangga disekitar rumah Sukron). Disitu saya tidak ada pemukulan sama sekali ataupun tindak penganiayaan dalam bentuk apapun dan riil kesalahan saya mengambil HPnya dengan tujuan seperti yang saya jelaskan”. Tambahnya pada awak media.
“Harapan saya, dia dapat berfikir secara bijak, yang harusnya ngayomi, ngayemi bukan malah memperkeruh suasana. Apalagi saya juga warganya dia, dia disini saya tuakan nuwun sewu yang tadinya saya mau simpatik, dengan kejadian ini saya jadi tidak simpatik mas. Harusnya sebagai kepala Dusun yang di tuakan di Kubangsari kan harusnya bisa ngayomi karo ngayemi. Kedepannya hadapan saya Kaduse jangan seperti itu lagi”. Tuntasnya.
Bowo






