Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan Nahkodai Polresta Banyuwangi, Dorong Warga Jadi Polisi untuk Dirinya Sendiri

BANYUWANGI — Liputan Warta Jatim, Kepemimpinan baru hadir di Polresta Banyuwangi. Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan kini resmi memegang jabatan Kapolresta, membawa semangat kolaborasi dan pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pendekatan kepolisian.

Perwira lulusan Akpol 2001 ini bukan hanya dikenal tegas, tetapi juga religius dan memiliki minat kuat terhadap kebudayaan. Karena itu, penempatannya di Banyuwangi dianggapnya sebagai tugas yang sekaligus terasa dekat dengan nilai-nilai yang ia sukai.

Selama dua pekan awal bertugas, Rofiq intens mempelajari karakter Banyuwangi—wilayah yang dijuluki Sunrise of Java dan memiliki masyarakat yang kuat menjaga tradisi serta kehidupan keagamaan.

“Banyuwangi memiliki potensi budaya yang luar biasa. Dari pengamatan awal, saya melihat masyarakatnya memiliki etos kuat untuk menjaga nama baik daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  *Polres Bangkalan Amankan Mahasiswa Aniaya Kekasihnya di Madura* BANGKALAN - Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bangkalan Madura, ditetapkan tersangka kasus penganiayaan terhadap seorang wanita kekasihnya. Hal itu setelah penyidik Polres Bangkalan memeriksa beberapa saksi atas dugaan penganiayaan oleh tersangka kepada kekasihnya yang videonya sempat viral di media sosial pada Sabtu kemarin (21/09/2024). Penganiayaan terhadap korban dilakukan di depan rumah kos mahasiswi. Dari video amatir milik warga, korban dan pelaku terlihat berbincang berdua di depan pagar rumah. Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya mengatakan, pelaku penganiayaan yang berinisial AF (20 tahun) berasal dari Kecamatan Creme, Kabupaten Gresik. Menurut AKBP Febri, korban melapor kepada Polisi Satu hari pasca kejadian yakni Minggu (22/09). "Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dan penyelidikan, Satreskrim Polres Bangkalan langsung melakukan penangkapan terhadap AF pada Senin kemarin (23/09) di tempat kos pelaku," terang AKBP Febri, Selasa (24/9). Lebih lanjut Kapolres Bangkalan mengatakan jika tersangka telah melakukan kekerasan fisik kepada korban yang diketahui berinisial DSY karena emosi akibat korban yang tidak mengangkat telepon pelaku. "Berdasarkan penuturan tersangka kepada kami, AF melakukan penganiayaan ini karena pelaku emosi kepada korban karena dihubungi melalui telpon dan WhatsApp tidak ada respon," jelasnya. Karena emosi, AF mendatangi tempat kos korban dan langsung menyeret korban, menginjak, dan terus memukuli korban. Saat ini, AKBP Febri mengatakan jika korban mengalami trauma psikis yang cukup hebat akibat kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan pihak kampus, terdapat banyak bekas kekerasan fisik yang ditemukan di tubuh korban. "Pengakuan pelaku, AF telah melakukan penganiayaan ini sebanyak 4 kali hingga yang terakhir akhirnya dilaporkan ke Polisi," kata AKBP Febri. Akibat perbuatannya tersebut, AF harus mendekam di balik jeruji besi dan dikenakan sanksi pidana yakni pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara. ( *)

Budaya sebagai kekuatan Banyuwangi

Menurut Rofiq, budaya bukan sekadar identitas, tetapi merupakan sari pati dari cipta, karya, dan karsa manusia. Nilai-nilai budaya yang baik perlu dijaga dan dilanjutkan, sementara yang belum sesuai dapat diarahkan menjadi lebih selaras.

Dengan potensi tersebut, ia menilai Banyuwangi layak menjadi model daerah dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan keamanan berbasis kearifan lokal.

Ajakan: keamanan bukan hanya tugas polisi

Kombes Rofiq menegaskan bahwa menjaga Banyuwangi tidak bisa dibebankan pada aparat kepolisian saja. Peran masyarakat, menurutnya, sangat menentukan.

“Saya mengajak seluruh warga Banyuwangi untuk bersama menjaga daerah ini. Tidak mungkin polisi bekerja sendiri,” katanya.

Ia berharap masyarakat mampu menjadi “polisi untuk dirinya sendiri”, yaitu ikut menjaga ketertiban, taat aturan, dan aktif mendukung program-program kepolisian. Dengan sinergi itu, tujuan besar berupa keamanan, ketertiban, keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum dapat terwujud nyata. (Humas)

Artikel yang Direkomendasikan