Innalillahi, Berpulangnya Bu Ernis Sosok Baik Hati yang Membawa Duka Bagi Warga Blok A Rusunawa Gunung Anyar Tambak 1

Surabaya – Liputan Warta Jatim Duka mendalam menyelimuti seluruh warga hunian Blok A, Rusunawa Gunung Anyar Tambak Keluarga besar lingkungan harus merasakan kehilangan yang amat berharga, setelah Bu Ernis, warga setempat yang juga pernah menjabat sebagai pengurus Paguyuban dengan amanah Bendahara, berpulang ke Rahmatullah. Wanita yang dikenal ramah, teliti, dan tulus mengabdi untuk warga ini dipanggil Sang Pencipta pada dini hari, pukul 01.16 WIB, setelah berjuang melawan sakit yang mendadak menyerang kesehatannya.Sabtu,(16/05/2026)

Berbagai kisah dan kronologi perjalanan sakit yang dialami almarhumah kini menjadi kenangan yang menyentuh hati keluarga dan tetangga. Semuanya bermula pada hari Selasa, 12 Mei 2026, di mana almarhumah masih tampak bugar, sehat, dan menjalani aktivitas kesehariannya seperti biasa. Bahkan, beliau masih sempat memandikan putri tercintanya dan mengantarkan anak tersebut ke sekolah dengan penuh kasih sayang. Namun, takdir berkata lain. Pada sore harinya, kondisi kesehatan Bu Ernis mengalami perubahan drastis. Tangan beliau terasa lemah dan sulit digerakkan, diikuti seluruh anggota tubuh yang kehilangan tenaga dan tidak mampu beraktivitas sebagaimana sedia kala.

Kondisi kesehatan tersebut terus dipantau hingga hari Kamis, 14 Mei 2026. Pada hari itu, tim medis Densos 112 didatangkan langsung ke kediaman beliau di Blok A untuk melakukan penanganan awal. Saat diperiksa, tekanan darah almarhumah masih tercatat dalam batas normal. Namun, hanya berselang beberapa menit, kondisi fisik Bu Ernis justru makin menurun dan tubuhnya terasa semakin lemas. Melihat perubahan kondisi yang mengkhawatirkan itu, tim medis segera memutuskan untuk membawa almarhumah ke Rumah Sakit Medical Service Kapus nomer 2 Surabaya, guna mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap dan intensif.

Baca Juga :  PEMBANGUNAN RABAT BETON DESA SAMBILAWANG PATI JAWA TENGAH DI DUGA PAKAI ANGGARAN SILUMAN

Hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit menyatakan bahwa Bu Ernis mengalami gejala serangan stroke ringan. Sejak saat itu, beliau menjalani masa perawatan dan pengobatan selama dua hari penuh dengan harapan kondisi akan membaik. Namun, di luar dugaan, pada Jumat malam tepat pukul 24.00 WIB, kondisi kesehatan almarhumah mengalami kemunduran drastis hingga masuk dalam fase kritis. Tim medis pun berupaya sekuat tenaga membantu pernapasan beliau dengan alat bantu, namun kuasa Tuhan tetaplah lebih besar. Hingga akhirnya, pada pukul 01.16 WIB dini hari, nyawa Bu Ernis berpulang dengan tenang, meninggalkan duka yang mendalam bagi segenap keluarga tercinta.

Wahyudi, suami tercinta yang setia mendampingi hingga saat-saat terakhir, menceritakan kembali perjalanan sakit sang istri dengan nada haru saat ditemui awak media Liputan Warta Jatim. “Hari Selasa pagi beliau masih sehat, masih sempat memandikan dan mengantar anak kami ke sekolah. Sorenya baru mengeluh tangan terasa lemah, badan pun sulit digerakkan. Kami terus berusaha berobat hingga Kamis malam dibawa ke RS Medical Service, kln Kapuas no.2 Surabaya dan didampingi Rofiah sebagai pengurus hunian terus hingga beliau berpulang,” kenang Wahyudi, berusaha ikhlas menerima takdir yang menimpa keluarganya.

Baca Juga :  Ketua PSHT Cabang Lamongan Serahkan Berkas Legalitas Resmi ke IPSI Kabupaten Lamongan

Kehadiran Bu Ernis di tengah warga Rusunawa Gunung Anyar Tambak 1 bukan sekadar sebagai tetangga, melainkan sosok yang telah mengabdikan waktunya untuk kemajuan lingkungan. Semasa hidupnya, saat menjabat sebagai Bendahara Paguyuban, beliau dikenal sangat teliti, jujur, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan warga. Kelembutan hati, keramahan, dan kesigapan beliau dalam membantu urusan bersama menjadikan sosoknya sangat dicintai dan dirindukan kehadirannya.

Berita kepergian beliau segera menyebar dan disambut rasa kehilangan yang besar. Pengurus Paguyuban serta seluruh warga hunian Blok A berduka cita sedalam-dalamnya dan berbondong-bondong melayat ke rumah duka. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata betapa besar peran dan jasa almarhumah bagi lingkungan tempat tinggalnya. Doa dan harapan baik terus mengalir dipanjatkan, semoga segala amal ibadah dan pengabdian almarhumah selama di dunia diterima di sisi-Nya, serta semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan yang besar dalam menghadapi ujian ini. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Red/ Sudarto

Artikel yang Direkomendasikan