Post Views: 179
Lamongan – Liputan Warta Jatim, Prasasti Drujugurit dimungkinkan jejak peninggalan Raja Airlangga yang terletak di Dusun Drujugurit, Desa Drujugurit, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Secara Geografis letak Prasasti Drujugurit berpapasan dengan batas-batas, yakni Batas Utara, Timur, Barat dan Selatan berpapasan dengan Lahan Kebun Jati Lebat. Secara Astronomi, letak Prasasti Drujugurit terletak pada titik koordinat, pada 07°17’11.0” LS dan 112°12’48.6 BT dengan ketinggian + 97 meter di atas permukaan laut dan orientasi Cagar Budaya menghadap ke timur-barat.
Menurut keterangan warga setempat, Om Sugeng dan Raden Mas Ngabehi Kuncoro Diprojo, Awal di temukannya Prasasti ialah warga Melihat Batu yang tergeletak, kemudian Warga beramai Ramai menata Batu tersebut sehingga diketahui oleh pihak BPJB Trowulan untuk melakukan pendataan ujar om Sugeng dan Raden Mas Ngabehi Kuncoro Diprojo.
Baca Juga : *Dukung Asta Cita Polres Pasuruan Kota Gelorakan Swasembada Pangan Melalui Si Boni* KOTA PASURUAN - Dalam rangka mendukung program Pemerintah terkait ketahanan pangan Nasional, Polres Pasuruan Kota melaunching Si Boni (Polisi Bolo Petani). Melalui Si Boni, Polres Pasuruan Kota akan rutin melaksanakan Patroli dialogis langsung dengan petani untuk mendengarkan aspirasi, serta memberikan arahan tentang pentingnya menjaga kesuburan lahan dan hasil panen. Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara, mengatakan dengan program Si Boni nantinya masyarakat dapat menyampaikan keluhan maupun permasalahan yang ada terkait pertanian. “Dengan adanya Program Si Boni ini, kami berharap para petani merasa lebih aman dan nyaman dalam bekerja, tanpa khawatir akan gangguan atau masalah Kamtibmas yang lain," ujar AKBP Davis Busin Siswara, Selasa (5/11). Ia mengatakan pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu tujuan Program Presiden RI Prabowo Subianto yaitu Asta Cita. Kapolres Pasuruan Kota juga menekankan bahwa keamanan wilayah pertanian merupakan bagian dari upaya untuk mencapainya. "Keamanan dan ketahanan pangan berjalan beriringan, jika petani aman, ketahanan pangan pun akan terjaga.”kata AKBP Davis. Melalui Si Boni ini juga kata AKBP Davis, pihaknya akan segera mencarikan solusi jika ada kendala bagi petani maupun nelayan. AKBP Davis Busin menegaskan bahwa program Si Boni akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan sebagai bentuk dukungan Polres Pasuruan Kota terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan. “Kami akan terus mendorong dan mendukung para petani untuk menjaga swasembada pangan, baik dari sisi keamanan maupun peningkatan produktivitas," tegasnya. Kapolres Pasuruan Kota juga mengajak seluruh masyarakat agar turut serta berperan dalam menjaga ketahanan pangan demi kesejahteraan bersama. Program Si Boni ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara Polres Pasuruan Kota dengan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan stabilitas dan keamanan wilayah pertanian di Pasuruan semakin terjaga, sehingga para petani bisa fokus untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi warga Tani dan Nelayan. Sementara itu Sodiq salah seorang petani mangga dan pepaya yang turut hadir, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kegiatan yang dilakukan oleh Polres Pasuruan Kota melalui program Si Boni. Ia mengungkapkan bahwa dengan adanya Si Boni, para petani merasa lebih diperhatikan dan dilindungi karena lebih dekat dengan aparat Kepolisian. Program Si Boni menurut Sodiq sangat positif dan diharapkan terus berlanjut. "Polres Pasuruan Kota betul-betul memperhatikan kami dan membuat kami merasa terbantu karena aspirasi atau keluhan kami dicarikan solusi melalui program Si Boni," ucap Sodiq. (*)

sejarah Prasasti Drujugurit tidak begitu mendapat informasi, dikarenakan tulisan yang terdapat pada Prasasti tersebut kondisinya aus dan sulit dibaca, sehingga informasi Sejarah dari Prasasti tidak banyak diketahui.
“Bahan – bahan dari Prasasti Drujugurit banyak mengandung kapur sehingga kondisinya sangat rapuh,” tambahnya
“Prasasti ini berukuran panjang 122 cm, tebal 46 cm, dan tinggi 167 cm. Bagian kaki Prasasti didekorasi dengan Padma Ganda. Tulisannya sudah sangat aus, disisi depan (sisi a) ada 26 baris, sisi belakang (sisi b) juga tampak 26 baris, sedangkan kedua sisi samping (sisi c dan d) sudah tidak tampak lagi tulisannya,” pungkasnya
Red //SJK 191