Bangun Kepercayaan, Babinsa Nogosari Terjun Langsung Ke Lapangan

Boyolali – Liputan Warta Jatim, Dalam rangka mendukung program Pemerintah tentang Swasembada Pangan Babinsa Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali Sertu Sutarji turun ke sawah melaksanakan komsos dengan petani yang sedang mengerjakan tanahnya untuk persiapan penanaman yang bertempat di Desa Kenteng Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali. Kamis ( 25/07/24)

Diarea persawahan sembari ngopi Babinsa Sertu Sutarji mengatakan, Pendampingan kepada petani oleh Babinsa dilakukan dengan sangat humanis penuh keakraban dan dengan suasana kekeluargaan sehingga para petani merasa tidak canggung menerima kehadiran babinsa di tengah-tengah mereka.

“Membangun kedekatan dan kepercayaan kepada seluruh elemen masyarakat termasuk petani menjadi langkah penting bagi babinsa di wilayah binaan, menghadapi para petani Babinsa dituntut bisa lugas dan luwes mengingat budaya warga Desa Kenteng yang sangat halus dan ramah sehingga upaya mendukung dan mensukseskan program pemerintah bisa berhasil,” ujar Babinsa

Baca Juga :  *Pj. Wali Kota Malang Apresiasi Turnamen Sepak Bola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024* KOTA MALANG – Pertama kali di Indonesia sebuah kompetisi sepak bola amputasi di gelar oleh Polresta Malang Kota di Lapangan Stadion Gajayana, Minggu (16/06/2024). Kompetesi yang memperebutkan Piala Kapolresta Malang Kota Cup 2024 tersebut diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke – 78. Kombes Pol Budi Hermanto yang dikenal juga sebagai Bapak Disabilitas itu mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memberikan kesempatan kaum difabel untuk menunjukan bakat mereka. Kompetisi yang bertajuk Fourfeo Sepakbola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024 ini diikuti oleh 4 tim dari 4 wilayah di Jawa Timur yaitu Malang Raya, Surabaya, Jember dan Madura. Pertandingan Fourfeo itu juga telah disiapkan secara matang oleh Panitia, termasuk dari segi keselamatan. “Alhamdulillah, seluruh peserta tiba di Kota Malang dengan keadaan selamat dan bertanding secara sehat," ungkap Kombes Budi Hermanto. Sementara itu Pejabat ( Pj) Wali Kota Malang Dr.Ir. Wahyu Hidayat,MM yang menyaksikan pertandingan tersebut bersama Dandim 0833/Kota Malang,Letkol Arm.Aris Gunawan,M.Han memberikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan yang diinisiasi Polresta Malang Kota itu. “Ini luar biasa, kita akan mendukung penuh sepak bola amputasi karena memang teman – teman difabel ini bukan hanya berolahraga tapi bisa memupuk kebersamaan dan diberi kesempatan untuk menunjukan kemampuan mereka di bidang olahraga,”kata Wahyu Hidayat. Pj.Wali Kota juga mengatakan bahwa pihaknya telah berpesan kepada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Parariwisata (Disporapar) Kota Malang untuk memfasilitasi kebutuhan para atlet terutama dalam pembinaan. “Saya apresiasi Polresta Malang Kota atas ide pertandingan olahraga sepak bola Amputasi ini dan bukan tidak mungkin kedepannya pemerintah Kota Malang akan memfasilitasi atlet difabel untuk menemukan bibit – bibit atlet sepak bola amputasi,”pungkas Pj.Wali Kota Malang. Pertandingan yang dilaksanakan sebanyak 6 sesi dengan durasi 2 × 15 menit ini berlangsung secara aman dan kondusif. Adapun urutan dari setiap peraih penghargaan diantaranya Persaid Jember dengan 7 poin sebagai pemenang juara pertama dan mendapatkan uang pembinaan senilai 7,5 juta. Kemudian posisi kedua diduduki oleh Persas Surabaya dengan 6 poin membawa pulang uang pembinaan senilai 5 juta, posisi ke 3 ditempati sang tuan rumah Persama Malang dengan 2 poin dan membawa uang pembinaan sejumlah 2,5 juta. Sedangkan yang datang dari jauh Persam Madura membawa pulang kategori Fair Play senilai 2 juta. Ketua Persama, Sueb (52) merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolresta Malang Kota yang bersedia memberikan seluruh dukungan baik segi materil dan moril dalam penyelenggaraan Fourfeo ini. "Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Budi Hermanto atas seluruh sumbangsih dalam pelaksanaan kompetisi ini,”ungkap Sueb. Ia berharap semoga kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh institusi Polri ini dapat berlangsung kembali di lain waktu dan dapat dicontoh oleh instansi lain. (*)

Tambahnya, kegiatan itu dilakukan untuk memberikan motivasi kepada para petani agar segera mengolah sawahnya untuk mempercepat masa tanam. Hal itu, dilakukan karena kebiasaan para petani setelah masa panen kadang terlambat mengolah kembali lahan sawahnya dengan alasan dan kesibukkan menjemur padi atau gabah hasil panen. Hal ini harus diingatkan dan disosialisasikan agar lahan tidak dibiarkan terbengkalai begitu saja, sehingga tidak ada lahan yang nganggur,”imbuhnya.

Bila percepatan penanaman padi terus dilakukan maka bisa dipastikan hasil panen petani tahun ini akan meningkat, kegiatan ini kita laksanakan sebagai bentuk tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Babinsa selain mendampingi para petani supaya kehidupannya lebih sejahtera juga bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan di wilayah sehingga tercapai program dari pemerintah untuk swasembada pangan secara nasional, pungkasnya.

Baca Juga :  Di Tempat Kelahiran Bung Karno Gang Buntu Rejo Agung Ploso Jombang, Camat Ploso, Perangkat Desa Dan Tokoh Masyarakat Melaksanakan Upacara Bendera Hari Lahir Pancasila.

(Agus Suyono/NH)

Artikel yang Direkomendasikan