
Surabaya – Liputan Warta Jatim, Ketua Tani Merdeka Kota Surabaya, Aden Darmawan, menegaskan bahwa pengiriman delegasi untuk mengikuti Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan III merupakan bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia (SDM) organisasi sekaligus mempererat koordinasi antarpengurus di berbagai tingkatan.
Menurut Aden, organisasi yang kuat tidak hanya ditopang oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kualitas kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta semangat melayani masyarakat.

“Kami berharap para delegasi yang mengikuti diklat ini dapat membawa pulang pengalaman, wawasan, dan jejaring yang bermanfaat bagi pengembangan organisasi di Surabaya. Penguatan SDM merupakan investasi jangka panjang agar Tani Merdeka semakin mampu berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian,” ujarnya.
Aden menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Tani Merdeka di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Sinergi tersebut dinilai penting agar berbagai program pemberdayaan petani dapat berjalan lebih efektif dan saling mendukung.
“Harapan kami, setelah pelatihan ini terbangun kolaborasi yang semakin kuat antarpengurus Tani Merdeka di kabupaten, kota, maupun provinsi. Dengan koordinasi yang baik, berbagai program pemberdayaan petani dapat dilaksanakan secara bersama-sama sehingga keberadaan Tani Merdeka benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Aden.
Ia optimistis, melalui penguatan kapasitas kader dan kolaborasi yang semakin solid, Tani Merdeka akan mampu menjadi organisasi yang adaptif terhadap tantangan pertanian modern serta berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia (Red)




