Kebersamaan Dan Kepedulian Kental Terasa, Warga Shiddiqiyyah Surabaya Dan Sekitarnya Doa Bersama

Surabaya – Liputan Warta Jatim
Kehangatan dan rasa persaudaraan yang kuat tampak jelas tergambar di lingkungan warga Shiddiqiyyah dan
Warga sekitar berkumpul melaksanakan doa Kautsaran bersama, pembacaan dan Surat kausaran dalam rangka memperingati genap 100 ( seratus )hari kepergian almarhumah Siti Naimah warga Shiddiqiyyah yang dipanggil ke pangkuan Allah SWT.

Tanpa perlu diminta dan atas dasar kesadaran hati nurani yang tinggi, warga Shiddiqiyyah, baik itu bapak-bapak maupun ibu-ibu berdatangan memenuhi undangan tempat yang telah disiapkan di pos Kautsaran kembang Kuning.

Kehadiran warga Shiddiqiyyah bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan wujud nyata rasa turut berduka cita dan kepedulian mendalam terhadap keluarga yang ditinggalkan. Suasana kekompakan ini semakin tampak nyata ketika berbagai warga datang dari berbagai wilayah dengan penuh kerelaan dan ketulusan hati, melukiskan betapa eratnya ikatan batin yang terjalin antarwarga di lingkungan Shiddiqiyyah.

Achmad Zainul Mubarok Dalam kesempatan taqirotul khazanah, sebelum prosesi doa Kautsaran dimulai menyampaikan pesan yang menyentuh hati di hadapan para jamaah Kausaran yang berkumpul. Ia menuturkan, bahwa pertemuan dan doa bersama yang digelar saat ini ditujukan semata-mata sebagai bentuk kasih sayang dan permohonan kebaikan bagi almarhumah Siti Naiamah, tuturnya, sabtu, 20 juni 2036.

Baca Juga :  Peringatan Isra Miraj, Ketua RT 04 Manukan Rejo Mengajak Perkuat Iman Taqwa dan Menebar Kebaikan

Masih kata Achmad Zainul Mubarok menyampaikan bahwa beliau mewakili shohibul hajad mengaturkan permohonan maaf apabila almarhumah Siti Naimah mempunyai kesalahan dan kekhilafan dan terima kasih atas bantuan rohaniah dengan harapan kita semua tetap istiqomah tetap Lestari dalam ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah, bersama= sama satu kapal dengan Sang Guru serta tidak terpengaruh dari manapun atau bahkan klesak klesik dari orang yang mau metusak dan tidak bertanggung jawab namun berpeganglah pada orang yang Saminah Waatonah pada Sang Guru dalam prinsipnya kehidupan mengalami ujian dan goncangan untuk itu kita harus tetap berlatih secara istiqomah dzikir bersama, tambahnya.

“Melalui bacaan Kautsaran yang kita lantunkan bersama dengan penuh keikhlasan ini, besar harapan kita agar almarhumah Siti Naimah mendapatkan ketenangan abadi di alam barzah. Semoga segala amal perbuatan baik yang telah beliau lakukan semasa hidup menjadi bekal dan pengantar yang indah, diterima di sisi-Nya, serta mampu meringankan segala perjalanan menuju keagungan dan kemuliaan surga-Nya,”

Baca Juga :  JMYR (Jami'atul Mudzakhirin Yarju Rahmatullah) Bangkalan Ngecor Kolam.

Momen berharga ini menjadi bukti nyata bahwa rasa keguyuban dan kerukunan di lingkungan Shiddiqiyyah senantiasa terjaga dengan baik. Setiap kebahagiaan maupun kesedihan dirasakan dan dijalani secara bersama-sama layaknya satu keluarga besar. Semangat saling membantu dan peduli sesama warga Shiddiqiyyah menciptakan nuansa kehidupan sosial yang ramah, akrab, dan penuh kasih sayang, menjadikan organisasi Shiddiqiyyah sebagai organisasi yang tidak hanya nyaman secara fisik, namun juga hangat secara batin.

Darto

Artikel yang Direkomendasikan