Satu Tahun KPKS: Merajut Persaudaraan, Melestarikan Warisan, dan Menebar Kebaikan

SIDOARJO — Liputan Warta Jatim, Sebuah perjalanan setahun penuh makna, persaudaraan, dan dedikasi akhirnya sampai pada titik perayaan. Tepat pada Rabu, 27 Mei 2026, bertepatan dengan genap satu tahun usia perjuangan, Komunitas Pencinta Koes Plus (KPKS) Sidoarjo menggelar acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun yang pertama. Di lokasi HTK Perum Pondok Mutiara 20, Jati, Sidoarjo, ribuan sinergi jiwa berkumpul, merayakan bukan sekadar usia angka, melainkan lahirnya sebuah keluarga besar yang menyatukan hati di bawah naungan melodi abadi Koes Plus dan nilai-nilai luhur persaudaraan Nusantara.

Suasana malam itu terasa istimewa, dihiasi cahaya sorot panggung dan semangat yang membara di dada setiap anggota. Sebagaimana tema besar yang diusung, “Satu Jiwa Nusantara, Satu Rasa Persaudaraan”, malam ini menjadi bukti nyata bahwa musik legendaris Koes Plus bukan sekadar nada dan lirik, melainkan jembatan rohani yang mampu menyatukan manusia dari beragam latar belakang menjadi satu kesatuan yang utuh dan kokoh.

Dalam momen bersejarah ini, Heri ismanto, salah satu tokoh kunci di balik berdirinya komunitas ini, membuka narasi perjalanan panjang dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. “Tentunya kita senang sekali dengan kegiatan ini. Dulu, saat komunitas ini baru saja terbentuk, struktur kepemimpinan baru ada di tingkat ketua saja, sementara susunan kepengurusan di bawahnya belum terbentuk sama sekali. Jika menengok ke asal muasalnya, dulunya kami tergabung dalam kelompok yang berbeda. Namun, saat itu kami berinisiatif membawa bendera yang satu, bendera KPKS, dengan niat yang tulus dan murni,” ungkap Teguh, mengenang masa-masa awal yang penuh tantangan namun penuh harapan.

Baca Juga :  Lapas Sidoarjo Gelar Acara Perpisahan dan Penyambutan Pegawai, 7 Orang Mutasi, 1 Purna Tugas, dan 4 Pegawai Baru Bergabung

Lebih jauh, Teguh menekankan bahwa pendirian KPKS bukanlah tanpa tujuan. “Niat kita sangat baik, kami ingin agar komunitas ini dikenal luas oleh banyak orang, menjadi wadah yang positif dan membawa manfaat. Harapan kami ke depan, KPKS Sidoarjo akan semakin tumbuh besar, semakin kokoh persatuannya, dan mampu merangkul anggota dari berbagai daerah, menyatukan kita dalam satu ikatan yang tak terpisahkan,” tambahnya, menegaskan visi inklusivitas dan pertumbuhan yang menjadi jiwa organisasi.

Sementara itu, Lasmono, Ketua KPKS Sidoarjo, hadir dengan visi yang jauh melampaui sekadar hobi bermusik. Dalam sambutannya yang penuh wawasan, ia menegaskan identitas sejati komunitas ini. “Bagi kami, KPKS bukanlah sekadar wadah hiburan semata. Lebih dari itu, komunitas ini hadir dengan misi mulia: melestarikan kembali karya agung Koes Plus, warisan budaya musik bangsa yang tak ternilai harganya. Namun, nilai kami tidak berhenti di situ. Kami, para pecinta Koes Plus, juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. KPKS dikenal aktif melakukan kegiatan kemanusiaan, bakti sosial, hingga touring silaturahmi yang menguatkan tali persaudaraan antar daerah,” ujar Lasmono dengan tegas.

Pernyataan ini menegaskan posisi KPKS sebagai komunitas yang utuh: berakar kuat pada sejarah musik Indonesia, namun juga tumbuh subur dengan akhlak mulia dan kepedulian terhadap sesama. KPKS hadir bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masa kini dan masa depan masyarakat.

Baca Juga :  Jantung kota jember Bangkit kembali Gairah Off-Road Nasional, Cefiro: Dulu Surga Offroader, Kini Hadir Kembali!  

Dibentuk secara resmi tepat satu tahun lalu, pada 27 Mei 2025, KPKS Sidoarjo telah menempuh perjalanan evolusi yang luar biasa: dari sekadar gagasan dan struktur yang belum sempurna, kini menjelma menjadi organisasi yang terstruktur, solid, dan memiliki karakter yang kuat. Dari sekumpulan individu yang dulunya berada di kelompok berbeda, kini melebur menjadi satu keluarga besar yang solid, kompak, dan penuh cinta.

Momen HUT ke-1 ini menjadi tonggak sejarah yang penting, sekaligus titik tolak menuju babak baru yang lebih gemilang. Di bawah langit malam Sidoarjo, diiringi alunan lagu-lagu legendaris yang membangkitkan kenangan dan semangat, para anggota bersatu hati untuk mewujudkan cita-cita luhur: menjadikan KPKS sebagai wadah yang tak hanya merawat warisan seni, tetapi juga menjadi pelita kebaikan, perekat persatuan, dan sumber inspirasi bagi banyak orang.

Perjalanan baru saja dimulai, dan semangatnya takkan pernah padam. Sebab di sini, di bawah bendera KPKS, kita percaya bahwa: Satu Jiwa Nusantara, Satu Rasa Persaudaraan.(Asmaul)

Artikel yang Direkomendasikan