Komandan Puspenerbal Besuk Santri Korban Bangunan Ambruk Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Sidoarjo – Liputan Warta Jatim, Komandan Pusat Penerbangan TNl Angkatan Laut (Danpuspenerbal), Laksda TNl Bayu Alisyahbana bersama PJU Puspenerbal dan Pengurus Gabungan Jalasenastri Puspenerbal membesuk dua santri korban ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny yang masih dirawat di RSUD Raden Tumenggung Notopuro Jl. Mojopahit No. 667 Sidoarjo pada Rabu (8/10/2025).

Sebagaimana kita ketahui, peristiwa ambruknya bagunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo ini, terjadi pada 29 September 2025 lalu. Total korban terevakuasi menurut Basarnas mencapai 171 orang, terdiri 104 korban selamat, 67 meninggal dunia termasuk delapan diantaranya potongan tubuh.

Pada kunjungan kali ini, Komandan Puspenerbal yang tiba di RSUD Raden Tumenggung Notopuro didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Puspenerbal, Ny. Dicca Bayu, Wadan Puspenerbal, Laksma TNl Catur Nur Ardiantoro, Irpuspenerbal, Laksma TNl Johannes Tambunan dan rombongan ini disambut Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dr. Atok Irawan beserta staf.

Baca Juga :  Momen Haru, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu Pimpin Apel Terakhir Titipkan Doa untuk Anggota

Pada Pukul 14.00 Wib, Danpuspenerbal bersama rombongan membesuk Santri Muhammad Wahyudi yang dirawat di Ruang Mawar Kuning LT. 1 dan berkomunikasi dengan korban dan orang tuanya serta menyerahkan taliasih.

Setelah itu Danpuspenerbal membesuk Santri Syailendra Haical Raka yang dirawat di Ruang HCU Gedung Graha Delta Husada II LT. 2 dan berkesempatan berkomunikasi dengan korban dan orang tuanya serta menyerahkan taliasih.

Usai membesuk, Danpuspenerbal mengungkapkan belasungkawa dan prihatin mendalam atas peristiwa ambruknya bagunan mushola Ponpes Al Khoziny pada 29 September 2025 lalu yang menelan korban 171 korban, dimana 104 orang luka luka dan 67 orang meninggal dunia.

Ia berharap, ini adalah peristiwa terakhir dan berdoa semoga para korban yang luka luka segera diberi kesembuhan, kesabaran dan kekuatan lahir batin untuk dapat melanjutkan lagi pendidikannya.

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Tanjungperak Intensifkan Pengamanan di Wisata Pantai Kenjeran Selama Lebaran

“Untuk korban yang meninggal dunia, insyaallah mendapatkan tempat terbaik, yakni Surganya Allah SWT, dan orang tua beserta keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan keikhlasan, kesabaran dan kekuatan,” ungkapnya.

TNI AL – Puspenerbal

Publisher : Warno

Artikel yang Direkomendasikan

*Pj. Wali Kota Malang Apresiasi Turnamen Sepak Bola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024* KOTA MALANG – Pertama kali di Indonesia sebuah kompetisi sepak bola amputasi di gelar oleh Polresta Malang Kota di Lapangan Stadion Gajayana, Minggu (16/06/2024). Kompetesi yang memperebutkan Piala Kapolresta Malang Kota Cup 2024 tersebut diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke – 78. Kombes Pol Budi Hermanto yang dikenal juga sebagai Bapak Disabilitas itu mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memberikan kesempatan kaum difabel untuk menunjukan bakat mereka. Kompetisi yang bertajuk Fourfeo Sepakbola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024 ini diikuti oleh 4 tim dari 4 wilayah di Jawa Timur yaitu Malang Raya, Surabaya, Jember dan Madura. Pertandingan Fourfeo itu juga telah disiapkan secara matang oleh Panitia, termasuk dari segi keselamatan. “Alhamdulillah, seluruh peserta tiba di Kota Malang dengan keadaan selamat dan bertanding secara sehat,” ungkap Kombes Budi Hermanto. Sementara itu Pejabat ( Pj) Wali Kota Malang Dr.Ir. Wahyu Hidayat,MM yang menyaksikan pertandingan tersebut bersama Dandim 0833/Kota Malang,Letkol Arm.Aris Gunawan,M.Han memberikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan yang diinisiasi Polresta Malang Kota itu. “Ini luar biasa, kita akan mendukung penuh sepak bola amputasi karena memang teman – teman difabel ini bukan hanya berolahraga tapi bisa memupuk kebersamaan dan diberi kesempatan untuk menunjukan kemampuan mereka di bidang olahraga,”kata Wahyu Hidayat. Pj.Wali Kota juga mengatakan bahwa pihaknya telah berpesan kepada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Parariwisata (Disporapar) Kota Malang untuk memfasilitasi kebutuhan para atlet terutama dalam pembinaan. “Saya apresiasi Polresta Malang Kota atas ide pertandingan olahraga sepak bola Amputasi ini dan bukan tidak mungkin kedepannya pemerintah Kota Malang akan memfasilitasi atlet difabel untuk menemukan bibit – bibit atlet sepak bola amputasi,”pungkas Pj.Wali Kota Malang. Pertandingan yang dilaksanakan sebanyak 6 sesi dengan durasi 2 × 15 menit ini berlangsung secara aman dan kondusif. Adapun urutan dari setiap peraih penghargaan diantaranya Persaid Jember dengan 7 poin sebagai pemenang juara pertama dan mendapatkan uang pembinaan senilai 7,5 juta. Kemudian posisi kedua diduduki oleh Persas Surabaya dengan 6 poin membawa pulang uang pembinaan senilai 5 juta, posisi ke 3 ditempati sang tuan rumah Persama Malang dengan 2 poin dan membawa uang pembinaan sejumlah 2,5 juta. Sedangkan yang datang dari jauh Persam Madura membawa pulang kategori Fair Play senilai 2 juta. Ketua Persama, Sueb (52) merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolresta Malang Kota yang bersedia memberikan seluruh dukungan baik segi materil dan moril dalam penyelenggaraan Fourfeo ini. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Budi Hermanto atas seluruh sumbangsih dalam pelaksanaan kompetisi ini,”ungkap Sueb. Ia berharap semoga kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh institusi Polri ini dapat berlangsung kembali di lain waktu dan dapat dicontoh oleh instansi lain. (*)