Upaya Pencegahan PMK Di Desa Kalinanas 

Boyolali – Liputan Warta Jatim, Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali Serka Joko Prasetyo melaksanakan pendampingan tim UPT Puskewan Karanggede dalam melaksanakan vaksin sebagai upaya pencegahan penyakit mulut dan kaki ( PMK ) yang bertempat di Desa Kalinanas Kecamatan Wonosamudro Kabupaten Boyolali. Selasa ( 24/06/25)

Vaksinasi PMK ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebarluasan penyakit yang dialami oleh hewan ternak sapi warga, agar kondisi kesehatan sapi tetap terpelihara secara baik dan tidak terserang penyakit yang menyerang bagian kulit, mulut dan kuku.

Babinsa Serka Joko Prasetyo menyatakan bahwa TNI Khususnya Babinsa Kodim 0724/Boyolali selalu siap mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan mendampingi program vaksinasi untuk hewan ternak

Baca Juga :  Babinsa Teras Terus Motivasi Petani Terkait Swasembada Pangan

“Salah satu kegiatan utama masyarakat Desa Kalinanas adalah beternak sapi, baik secara perorangan maupun kelompok. Untuk itu, penting bagi kami untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku yang bisa merugikan peternak,” ujarnya.

Tambah Babinsa, Vaksinasi ini merupakan upaya untuk melindungi ternak sapi di Desa Kalinanas agar tetap sehat dan bebas dari penyakit yang dapat mengancam produksi peternakan. PMK merupakan penyakit menular yang dapat menyerang ternak sapi dan memiliki dampak yang sangat besar, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan ternak itu sendiri

Di akhir kegiatan, Babinsa juga memberikan pesan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak mereka. “Selain vaksinasi, menjaga kebersihan kandang sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit.

Baca Juga :  Sukseskan Pilkada Serentak, Kapolsek Ujung Tanah Tekankan Pentingnya Ketertiban dan Sinergitas

(Agus Kemplu/NH)

Artikel yang Direkomendasikan

*Pj. Wali Kota Malang Apresiasi Turnamen Sepak Bola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024* KOTA MALANG – Pertama kali di Indonesia sebuah kompetisi sepak bola amputasi di gelar oleh Polresta Malang Kota di Lapangan Stadion Gajayana, Minggu (16/06/2024). Kompetesi yang memperebutkan Piala Kapolresta Malang Kota Cup 2024 tersebut diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke – 78. Kombes Pol Budi Hermanto yang dikenal juga sebagai Bapak Disabilitas itu mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memberikan kesempatan kaum difabel untuk menunjukan bakat mereka. Kompetisi yang bertajuk Fourfeo Sepakbola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024 ini diikuti oleh 4 tim dari 4 wilayah di Jawa Timur yaitu Malang Raya, Surabaya, Jember dan Madura. Pertandingan Fourfeo itu juga telah disiapkan secara matang oleh Panitia, termasuk dari segi keselamatan. “Alhamdulillah, seluruh peserta tiba di Kota Malang dengan keadaan selamat dan bertanding secara sehat,” ungkap Kombes Budi Hermanto. Sementara itu Pejabat ( Pj) Wali Kota Malang Dr.Ir. Wahyu Hidayat,MM yang menyaksikan pertandingan tersebut bersama Dandim 0833/Kota Malang,Letkol Arm.Aris Gunawan,M.Han memberikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan yang diinisiasi Polresta Malang Kota itu. “Ini luar biasa, kita akan mendukung penuh sepak bola amputasi karena memang teman – teman difabel ini bukan hanya berolahraga tapi bisa memupuk kebersamaan dan diberi kesempatan untuk menunjukan kemampuan mereka di bidang olahraga,”kata Wahyu Hidayat. Pj.Wali Kota juga mengatakan bahwa pihaknya telah berpesan kepada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Parariwisata (Disporapar) Kota Malang untuk memfasilitasi kebutuhan para atlet terutama dalam pembinaan. “Saya apresiasi Polresta Malang Kota atas ide pertandingan olahraga sepak bola Amputasi ini dan bukan tidak mungkin kedepannya pemerintah Kota Malang akan memfasilitasi atlet difabel untuk menemukan bibit – bibit atlet sepak bola amputasi,”pungkas Pj.Wali Kota Malang. Pertandingan yang dilaksanakan sebanyak 6 sesi dengan durasi 2 × 15 menit ini berlangsung secara aman dan kondusif. Adapun urutan dari setiap peraih penghargaan diantaranya Persaid Jember dengan 7 poin sebagai pemenang juara pertama dan mendapatkan uang pembinaan senilai 7,5 juta. Kemudian posisi kedua diduduki oleh Persas Surabaya dengan 6 poin membawa pulang uang pembinaan senilai 5 juta, posisi ke 3 ditempati sang tuan rumah Persama Malang dengan 2 poin dan membawa uang pembinaan sejumlah 2,5 juta. Sedangkan yang datang dari jauh Persam Madura membawa pulang kategori Fair Play senilai 2 juta. Ketua Persama, Sueb (52) merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolresta Malang Kota yang bersedia memberikan seluruh dukungan baik segi materil dan moril dalam penyelenggaraan Fourfeo ini. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Budi Hermanto atas seluruh sumbangsih dalam pelaksanaan kompetisi ini,”ungkap Sueb. Ia berharap semoga kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh institusi Polri ini dapat berlangsung kembali di lain waktu dan dapat dicontoh oleh instansi lain. (*)