Gotong Royong Membangun Rumah Ibadah: Suasana Keakraban di Tengah Kerja Bakti Bangun Mushola

Sragen – Liputan Warta Jatim, Di tengah lapangan, sebuah pondasi mushola baru berdiri kokoh, menanti sentuhan tangan-tangan terampil para warga.  Hari ini, Serma Anto JP Babinsa Ds.Karanganom Koramil 13/Sukodono Kodim 0725/Sragen melaksanakan gotong royong membangun Mushola Ibnu Sabil di Dk.Nginggil RT.29 Desa Bendo Kec Sukodono, Selasa ( 15/10/2024 ).

Para pria berjibaku mengangkat batu bata dan semen, sementara kaum perempuan sibuk menyiapkan minuman dan makanan untuk para pekerja.  Anak-anak pun tak mau ketinggalan, dengan semangat mereka membantu mengumpulkan kayu dan membersihkan area sekitar.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa memulai pembangunan mushola ini, Semoga dengan kerja keras dan gotong royong, kita bisa menyelesaikan pembangunannya dengan cepat dan lancar.” Kata Serma Anto.

Baca Juga :  Berikan Penghargaan Kepada Personel, Kapolres Loteng “Ini Wujud Apresiasi Atas Kinerja Personel Yang Melebihi Tupoksi"

Suasana kerja bakti dipenuhi canda tawa dan semangat kebersamaan.  Tak kenal lelah, para warga bergotong royong mengangkat, mengangkut, dan memasang berbagai material bangunan.  Semangat mereka terbakar oleh tekad untuk membangun rumah ibadah yang megah dan nyaman bagi seluruh warga desa.
“Ini bukan sekadar membangun mushola, tapi juga membangun persaudaraan, Dengan kerja bakti, kita bisa saling mengenal dan mempererat tali silaturahmi.” Ujar Anto.

Seiring berjalannya waktu, pondasi mushola semakin kokoh.  Batu bata demi batu bata tersusun rapi, membentuk dinding yang menjulang tinggi.  Di sela-sela kerja, para warga saling bertukar cerita, berbagi pengalaman, dan saling menyemangati.

Semoga mushola ini menjadi simbol kebersamaan dan persatuan warga Desa Bendo, Semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan pembangunannya.” Pungkasnya.

Baca Juga :  Danpuspenerbal Berikan Santiaji pada Prajurit Kowal Jajaran Penerbangan Wilayah Surabaya

(Agus Kemplu/SK)

Artikel yang Direkomendasikan

*Pj. Wali Kota Malang Apresiasi Turnamen Sepak Bola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024* KOTA MALANG – Pertama kali di Indonesia sebuah kompetisi sepak bola amputasi di gelar oleh Polresta Malang Kota di Lapangan Stadion Gajayana, Minggu (16/06/2024). Kompetesi yang memperebutkan Piala Kapolresta Malang Kota Cup 2024 tersebut diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke – 78. Kombes Pol Budi Hermanto yang dikenal juga sebagai Bapak Disabilitas itu mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memberikan kesempatan kaum difabel untuk menunjukan bakat mereka. Kompetisi yang bertajuk Fourfeo Sepakbola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2024 ini diikuti oleh 4 tim dari 4 wilayah di Jawa Timur yaitu Malang Raya, Surabaya, Jember dan Madura. Pertandingan Fourfeo itu juga telah disiapkan secara matang oleh Panitia, termasuk dari segi keselamatan. “Alhamdulillah, seluruh peserta tiba di Kota Malang dengan keadaan selamat dan bertanding secara sehat,” ungkap Kombes Budi Hermanto. Sementara itu Pejabat ( Pj) Wali Kota Malang Dr.Ir. Wahyu Hidayat,MM yang menyaksikan pertandingan tersebut bersama Dandim 0833/Kota Malang,Letkol Arm.Aris Gunawan,M.Han memberikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan yang diinisiasi Polresta Malang Kota itu. “Ini luar biasa, kita akan mendukung penuh sepak bola amputasi karena memang teman – teman difabel ini bukan hanya berolahraga tapi bisa memupuk kebersamaan dan diberi kesempatan untuk menunjukan kemampuan mereka di bidang olahraga,”kata Wahyu Hidayat. Pj.Wali Kota juga mengatakan bahwa pihaknya telah berpesan kepada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Parariwisata (Disporapar) Kota Malang untuk memfasilitasi kebutuhan para atlet terutama dalam pembinaan. “Saya apresiasi Polresta Malang Kota atas ide pertandingan olahraga sepak bola Amputasi ini dan bukan tidak mungkin kedepannya pemerintah Kota Malang akan memfasilitasi atlet difabel untuk menemukan bibit – bibit atlet sepak bola amputasi,”pungkas Pj.Wali Kota Malang. Pertandingan yang dilaksanakan sebanyak 6 sesi dengan durasi 2 × 15 menit ini berlangsung secara aman dan kondusif. Adapun urutan dari setiap peraih penghargaan diantaranya Persaid Jember dengan 7 poin sebagai pemenang juara pertama dan mendapatkan uang pembinaan senilai 7,5 juta. Kemudian posisi kedua diduduki oleh Persas Surabaya dengan 6 poin membawa pulang uang pembinaan senilai 5 juta, posisi ke 3 ditempati sang tuan rumah Persama Malang dengan 2 poin dan membawa uang pembinaan sejumlah 2,5 juta. Sedangkan yang datang dari jauh Persam Madura membawa pulang kategori Fair Play senilai 2 juta. Ketua Persama, Sueb (52) merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolresta Malang Kota yang bersedia memberikan seluruh dukungan baik segi materil dan moril dalam penyelenggaraan Fourfeo ini. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Budi Hermanto atas seluruh sumbangsih dalam pelaksanaan kompetisi ini,”ungkap Sueb. Ia berharap semoga kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh institusi Polri ini dapat berlangsung kembali di lain waktu dan dapat dicontoh oleh instansi lain. (*)